ENERGI

Pengembangan Migas Indonesia Butuh Teknologi Baru

MONITOR, Yogyakarta – Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar mengatakan untuk dapat mengembangkan minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia secara optimal diperlukan kemudahan berinvestasi bagi investor melalui pemangkasan perijinan. Selain itu juga diperlukan teknologi terbaru yang memiliki kelebihan dibandingkan teknologi sebelumnya.

Menurut Arcandra, jika Indonesia masih terus menggunakan teknologi yang ada saat ini, maka dipastikan pengelolaan migas di Indonesia akan mengalami kemunduran.

“Untuk masalah teknologi, dukungan dari para ahli minyak dan gas bumi sangat kita harapkan. Kalau kita masih berkutat dengan teknologi eksisting, percaya saya, Negara kita akan ketinggalan,” ujar Arcandra Arcandra pada Forum Fasilitas Produksi Migas, di Yogyakarta, Rabu (25/4)

Ia mengungkapkan, negara-negara penghasil migas dunia sudah berbicara mengenai berbagai teknologi canggih yang digunakan. Sementara, negara kita masih bicara hal-hal yang jauh di bawah itu. “Berikan ruang inovasi yang lebih luas sehingga muncul teknologi-teknologi yang punya ‘local wisdom’,” lanjut Arcandra.

Arcandra melanjutkan, inovasi teknologi akan membantu pemerintah menjawab tantangan pengembangan migas di Indonesia. “Indonesia harus terbuka pada teknologi-teknologi baru di bidang pengeboran migas untuk mendapatkan temuan cadangan baru agar keberlangsungan produksi minyak bumi di Indonesia tetap terjaga,” paparnya.

Sebelumnya Arcandra mengungkapkan, saat ini Indonesia memiliki cadangan terbukti minyak bumi sekitar 3,3 miliar barel. Dengan asumsi produksi konstan 800.000 barel per hari tanpa adanya temuan cadangan baru, maka dalam 11 hingga 12 tahun ke depan Indonesia tidak mampu memproduksi minyak bumi lagi. Demikian halnya dengan gas, Indonesia masih memiliki cadangan 25-50 tahun ke depan jika diasumsikan tidak ada penemuan cadangan baru.

Recent Posts

Konflik Timur Tengah Memanas, Komnas Haji: Keputusan Arab Saudi Jadi Penentu Keberangkatan Haji 2026

MONITOR, Ciputat – Menjelang pemberangkatan kelompok terbang (kloter) perdana ibadah haji 2026 M/1447 H yang…

3 jam yang lalu

Indonesia Jadi Tuan Rumah Pertemuan Uskup Asia Juli 2026

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima audiensi Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Antonius…

3 jam yang lalu

Tegaskan Kepengurusan Sah di Bawah Gugum Ridho Putra, DPP PBB: Tolak Penunjukan Pj Ketum

MONITOR, Jakarta - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Bulan Bintang (PBB), Gugum Ridho…

3 jam yang lalu

Ketua Banggar DPR: Subsidi Salah Sasaran Capai 80 Persen, Bebani APBN

MONITOR, Jakarta - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menyoroti masih tingginya ketidaktepatan…

4 jam yang lalu

Kemenag Salurkan Dua Juta Paket Bantuan Jelang Idulfitri 1447 H

MONITOR, Jakart - Kementerian Agama terus mendorong optimalisasi penyaluran zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat…

5 jam yang lalu

KKP Tetapkan Baseline Emisi Lamun demi Target Penurunan Emisi Nasional

MONITOR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaksanakan penyusunan baseline emisi gas rumah kaca…

9 jam yang lalu