MONITOR, Jakarta – Hariyadi Sukamdani kembali terpilih menjadi Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) periode 2018-2023 secara aklamasi. Terpilihnya kembali Hariyadi disampaikan dalam sidang Pleno Musyawarah Nasional (Munas) Apindo X, Rabu (25/4).
Berdasarkan hasil tanggapan perwakilan dari seluruh Ketua Umum Apindo Provinsi dalam Sidang Pleno tersebut, masing-masing wilayah menerima Laporan Pertanggungjawaban yang disampaikan Hariyadi selama kepemimpinannya sebelumnya.
Hariyadi terpilih usai memperoleh suara dari voting yang menunjukkan 50 plus 1 telah terpenuhi.
Seusai terpilih kembali, Hariyadi mengingatkan bahwa tantangan bagi pengusaha pada 2019 akan semakin besar. Pasalnya, Indonesia bakal memasuki tahun politik pada 2019 itu.
“Saat ini merupakan momen yang sangat tepat untuk memperkuat Apindo daerah dengan bekal dua modal dasar, yakni kepercayaan pemerintah terhadap Apindo dan komitmen anggota terhadap pengembangan Apindo daerah,” ujar Hariyadi pada siaran pers nya di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (25/4).
Kembali terpilih, Haryadi menyebut akan membentuk formatur kepengurusan Apindo periode 2018-2023. Sehingga, Apindo yang berada dibawah kepemimpinannya bisa segera bekerja.
“Kepengurusan baru ini nantinya akan membentuk Formatur Kepengurusan Apindo periode 2018 – 2023 dalam satu bulan mendatang,” ungkap Hariyadi.
MONITOR, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) menilai langkah Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengusulkan perubahan komposisi pembiayaan dalam Biaya…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya untuk memperluas pemanfaatan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah mendukung investigasi total dugaan korupsi pemenuhan…
MONITOR, Medan — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pemerintah terus meningkatkan produktivitas, memperkuat pelindungan pekerja, dan meningkatkan…
MONITOR, Jakarta - Indonesia akan membawa kekuatan industri agro dan pengolahan pangan ke panggung internasional…