MONITOR, Jakarta – Desakan elit partai Gerindra agar Gubernur Jakarta Anies Baswedan maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Ketua Umum Partai Garindra Prabowo Soebianto di Pipres 2019 mendatang, banyak menuai kritikan.
Pengamat Kebijakan Publik Amir Hamzah mengatakan, dengan mendorong Anies Baswedan maju sebagai cawapres, secara tidak langsung Partai Gerindra sudah menyakiti dan mengkhianati warga Jakarta.
Begitupun dengan Anies, apabila dia tak bisa menahan hasratnya untuk maju sebagai capres ataupun cawapres, Anies pun bisa dikatakan telah mengkhianati harapan mayoritas warga Ibukota yang telah mencoblosnya dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 lalu.
"Kalau nafsu Anies untuk maju di pilpres tak bisa ditahan, apa bedanya dia dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meninggalkan Jakarta begitu saja. Dengan mengorbankan harapan warga Jakarta yang telah mengamanahkan keduanya untuk memimpin Jakarta,"ujar Amir kepada MONITOR, Minggu, (15/4).
Apalagi Anies saat kampanye Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 lalu, berkali-kali menegaskan akan mengabdi untuk warga Ibukota selama lima tahun bersama Sandiaga Uno.
"Kalau Anies taat aturan serta menjunjung komitmen tentu dia tidak akan tergoda ikut Pilpres 2019," pungkasnya.
MONITOR, Bogor - Indonesia dinilai memiliki peluang besar menjadi kekuatan utama ekonomi biru dunia melalui…
MONITOR, Jeddah - Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf memimpin kedatangan rombongan Amirulhaj gelombang…
MONITOR, Sragen — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI, Maman Abdurrahman, mengapresiasi langkah Pemerintah…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) resmi membuka pendaftaran…
MONITOR, Makkah — Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut pengelolaan pembayaran dam…
MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa semangat…