Categories: BERITAMEGAPOLITAN

Dinilai Pemborosan, Kegiatan Kunker DPRD DKI Jakarta jadi Sorotan Banyak Pihak

MONITOR, Jakarta – Kegiatan kunjungan kerja (kunker) wakil rakyat Jakarta menjadi sorotan banyak kalangan. Pasalnya tidak sedikit yang berpandangan kalau kegiatan kunker dewan condong jadi ajang pemborosan untuk menghabiskan uang rakyat.

"Kalau tidak ada faedahnya buat warga Jakarta saya kira wajar kalau ada pandangan miring kalau kunker  tak lebih hanya jadi kegitan piknik dewan yang dibungkus kunker," ungkap Ketua DPW Partai Perindo Jakarta Sahrianta Tarigan melalui pesan singkatnya kepada MONITOR, Kamis, (12/4).

Sahrianta yang pernah duduk sebagai wakil rakyat Jakarta lewat Partai Damai Sejahtera (PDS) ini mengatakan, sangat tidak mungkin kalau acara kunker tidak menghasilkan apa-apa. Sebab sambung Sahrianta, seharusnya kunker bisa mengahasilkan sesuatu yang positif bagi warga Jakarta baik itu berupa pembangunan maupun kesejahteraan.

"Hasil kunker pun seharusnya di publish. Karena uang yang dewan pakai untuk kunker itu pake uang rakyat. Jadi hasil kunker itu bukan jadi konsumsi dewan pribadi," tegasnya.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik Amir Hamzah mengatakan, kalau kegiatan kunker dewan itu condong membantu kerja Gubernur Jakarta Anies Naswedan dalam mengatasi persoalan penyerapan anggaran.

"Penyerapan anggaran yang rendah kan jadi persoalan Pemprov DKI. Nah mungkin dengan kegiatan kunker dewan ini bisa membantu masalah penyerapan anggaran DKI. Apalagi kalau dihitung kegiatan kunker dewan ini dalam setahun bisa menyedot uang ralyat di APBD mencapai puluhan miliaran,"cetus Amir.

Oleh karenanya, Amir pun menyarankan kalau kegiatan kunker dewan melibatkan wartawan untuk meliput langsung semua kegiatan kunker.

"Saya rasa agar kegitan kunker hasilnya bisa di ketahui keterlibatan wartawan sangat perlu dilakukan,"pungkas Amir.

Sebelumnya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diminta melakukan audit investigasi kegiatan kunjungan kerja (Kunker) DPRD DKI Jakarta ke daerah karena ditengarai mengandung penyimpangan.

Tidak hanya itu, kegiatan yang dilakukan para wakil rakyat Jakarta setiap tiga kali dalam seminggu itu selama ini tidak ada manfaatnya bagi warga Jakarta.

"Kunker Dewan itu harus ada dampaknya ke masyarakat, harus ada hasilnya. Karena kegiatan ini mengunakan uang rakyat melalui APBD," ujar Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto kepada MONITOR di Jakarta, Rabu (11/4).

Selain tak ada hasilnya, aktivis yang akrab disapa SGY ini melihat kegiatan kunker yang dilakukan oleh politisi kebon sirih setiap Kamis sampai Sabtu tersebut, sangat menggangu kinerja dewan sebagai wakil rakyat. 

Recent Posts

Kemenperin Perkuat Daya Saing Industri TPT untuk Menangkan Kompetisi Global

MONITOR, Jakarta - Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional masih menjadi salah satu sektor…

5 jam yang lalu

Kumpul Bersama Rakyat, Menteri UMKM Ajak Perkuat Solidaritas dan Satukan Semangat Kemerdekaan

MONITOR, Jakarta – Ratusan ribu masyarakat memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Sarinah, hingga Bundaran HI…

5 jam yang lalu

“Kumpul Bersama Rakyat” Buka Peluang Pasar UMKM

MONITOR, Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadikan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan…

6 jam yang lalu

HUT ke-81 RI, Kemnaker Tegaskan Komitmen Perkuat SDM dan Perluas Kesempatan Kerja

MONITOR, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memaknai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum…

9 jam yang lalu

Kementerian UMKM: Holding UMKM Perkebunan Perkuat Rantai Nilai Lada Putih Muntok

MONITOR, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meluncurkan…

9 jam yang lalu

Jasa Marga Catat 509 Ribu Kendaraan Keluar Jabotabek pada H-3 s.d. H-1 Periode Libur Hari Kemerdekaan RI

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 509.684 kendaraan keluar wilayah Jabotabek pada…

18 jam yang lalu