MONITOR, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, pihaknya berencana menerbitkan peraturan yang nantinya akan melarang warga DKI untuk menggunakan air tanah.
Menurutnya, kebijakan tersebut untuk menghentikan penggunaan air tanah yang kian hari menyebabkan kemiringan tanah di Jakarta hingga memasuki level membahayakan.
"Harus ada solusi cepat untuk mengatasi kemiringan tanah di Ibukota, sebab kalau dibiarkan akan berbahaya karena di Jakarta banyak berdiri gedung-gedung bertingkat," ujar Sandi panggilan akrabnya, di Balaikota, Kamis (15/3).
Sejauh ini, regulasi terkuat di Provinsi untuk melakukan pelarangan tersebut yakni berbentuk Peraturan Daerah (Perda). "Kalau belum ada regulasinya mana bisa kita melarang-larang," tandasnya.
Ia mengaku, pelarangan untuk penyedotan air tanah telah sukses menghentikan kemiringan tanah, hal itu ia contohkan seperti yang telah diterapkan negeri Sakura.
"Jepang itu berhasil mengatasi persoalan kemiringan tanah di negaranya dengan melarang warganya untuk mengambil air tanah untuk kebutuhan sehari-hari. Nah, DKI mencoba mengadopsi cara yang digunakan pemerintah Jepang," pungkasnya.
<script charset="UTF-8" src="//cdn.sendpulse.com/9dae6d62c816560a842268bde2cd317d/js/push/758cf63791745a539a382c8a9b66783d_0.js" async></script>
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya sebagai salah satu legislator…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) secara resmi mengumumkan tiga besar calon Direktur Politeknik Ketenagakerjaan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin menyampaikan keprihatinan mendalam atas bertambahnya…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti fenomena banyaknya peserta yang lolos masuk…
MONITOR, Jakarta – Dukungan moral dari para tokoh senior Nahdlatul Ulama terus mengalir kepada Gus…
MONITOR, Jakarta – Keputusan Morgan Stanley Capital International memperpanjang periode evaluasi status pasar saham Indonesia…