MONITOR, Beirut – Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, Jumat (2/3) serangan darat di Ghouta Timur terus berlanjut kendati Rusia telah merencanakan gencatan senjata setiap hari di kawasan tersebut.
Dikabarkan Gulf News, Pasukan Pemerintah Suriah mendapatkan keuntungan atas pemberontak di wilayah tersebut, namun baik dari pihak pemerintah maupun pemberontak belum dapat dikonfirmasi.
Direktur Ovservatorium, Rami Abdul Rahman mengatakan, pasukan pemerintah telah memenangkan desa Hawsh Zreika di daerah Maraj, di tumur dan tenggara daerah yang dikuasai pemberontak.
Diberitakan berbagai media, dalam salah satu serangan dalam perang sipil yang terjadi kurang lebih tujuh tahun di Suriah itu menewaskan ratusan orang dalam 12 hari pengeboman di Ghouta Timur.
Sebelumnya, sekuru Pemerintah Suriah, Rusia telah menyerukan gencatan senjata setiap hari, mulai pukul 09.00 sampai 14.00 WIB, dengan tujuan agar warga sipil dapat meninggalkan daerah kantong pemberontak yang terkepung, dan mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk.
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan membuka pendaftaran peserta Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan…
MONITOR, Jakarta — Sebagai wujud kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj)…
MONITOR, Jakarta - Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan kelimpahan sumber daya alam untuk mengejar pertumbuhan…
MONITOR, Banda Aceh — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menyatukan berbagai organisasi profesi guru lintas agama dalam Konfederasi Organisasi…
MONITOR, Palu - Forum Mahasiswa Indonesia Timur (FORMIT) menggalang dana untuk membantu masyarakat terdampak bencana…