Categories: NASIONALPOLITIK

Fahri Hamzah beri Kartu Merah, Fadli Zon Kuliti Janji Jokowi

MONITOR, Jakarta – Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAKAMI) hari ini, Sabtu (3/2) mengadakan Musyawarah Kerja Nasional di Hotel Royal Kuningan, Jakarta. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPR RI yang juga ketua KAKAMI Dari Hamzah bersama koleganya Fadli Zon. 

Saat memberikan kata sambutannya, Fahri Hamzah mengatakan bahwa saat ini harus ada anak muda yang mengawal dan menjaga bangsa dalam menentukan arah bangsa kedepan, supaya tidak salah arah. 

Ada pemandangan menarik usai berapi-api menyampaikan sambutannya, Politikus asal Bisa NTB itu tiba-tiba Kartu Merah sebagai peringatan lebih keras terhadap pemerintah.

"Generasi baru ini janganlah telalu puja puji, kita harus kritis. Saya sudah tidak percaya KPK itu, main main aja dia itu," tegas Fahri. 

Sementara itu kolega "se-iya se-kata" Fahri di DPR Fadli Zon juga tak kalah nyaringnya mengkritik pemerintah. Politikus Gerindra itu menyebut pemimpin pemerintahan saat ini tidak sesuai yang di janjikan, ada 100 janji Pak Jokowi namun harus kita periksa lagi janji janjinya," ucap Fadli. 

Salah satu janji yang menurut Fadli masih dia ingat adalah mengembalikan saham Indosat (Indosat Ooredoo) yang hingga sampai saat ini belum ditempati. Bahkan sang empunya yaitu Qatar tegas Fadli semakin kaya negaranya. 

"Kedua, akan membuat Pertamina lebih hebat dari Petronas. Namun janji ini juga belum tercapai. Terakhir akan membangun 50.000 pukesmas itu juga belum juga ditepati. Tapi satu janji Pak Jokowi yang telah ditepati, yaitu hari santri Nasional," tambah Fadli. 

Seraya mengamini pernyataan Fahri, Fadli mengatakan bahwa masa Reformasi ini kita lihat secara kritis, jangan reformasi ini menjadi pintu masuk Imperialisme modern. 

"Hari ini kita lihat pemimpin kita berwajah merakyat tetapi isinya liberal. Ketika pemimpinnya lemah maka akan muncul disintegrasi sosial. bisa terjadi disintegrasi teritorial, kalau arah ini salah kita harus memikirkan kemana kita membawa NKRI," cetusnya.

Fadli Zon juga mengkritik Pemerintah sekarang yang dinilainya tidak mengerti sejarah, termasuk ketika Kapolri hanya menyebut NU dan Muhammadiyah yang paling berjasa dalam merebut kemerdekaan RI. 

"Dari pemerintahan sekarang ada kecurigaan, yang selalu dimunculkan adalah pancasila dan memojokkan Islam," katanya. 
 
Fadli juga mengkritik soal kejadian anak kekurangan Gizi di Asmat, Papua. Fadli Zon mengatakan data bank dunia 37 % anak Indonesia kekurangan gizi, dan menjadi salah satu yang terburuk di Dunia.

Recent Posts

Jasa Marga Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi…

19 jam yang lalu

Kemenhaj Mediasi Pengaduan Penundaan Keberangkatan dan Pengembalian Dana Jemaah

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memfasilitasi mediasi antara mitra pemasaran selaku…

22 jam yang lalu

Bursa Wirausaha Unggulan Buka Akses UMKM Naik Kelas

MONITOR, Medan — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui…

24 jam yang lalu

Jangan Sampai Indonesia Punya 97,5 Juta Hektare Kawasan Konservasi yang Hanya Hidup di Atas Peta

MONITOR, Jakarta - Ambisi Indonesia memperluas kawasan konservasi laut hingga 97,5 juta hektare pada 2045…

1 hari yang lalu

Siap-Siap! Kemnaker akan Buka Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 2

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan membuka pendaftaran peserta Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan…

2 hari yang lalu

Kemenhaj Salurkan Bantuan Sosial bagi Warga Terdampak Gempa di NTT

MONITOR, Jakarta — Sebagai wujud kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj)…

2 hari yang lalu