MONITOR, Jakarta- Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan mengungkapkan apresiasinya terkait kunjungan Presiden Jokowi ke Afghanistan. Pasalnya, negara tersebut erat kaitannya dengan sejarah pasca kemerdekaan Indonesia.
"Tentu kita apresiasi Bapak Presiden. Karena memang penting mengunjungi Afghanistan, maupun Pakistan. Negara-negara yang dulu berjasa terhadap Indonesia waktu kita merdeka," tutur Zulkifli di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/1).
Ya, Afghanistan menjadi salah satu negara yang mendeklarasikan dukungannya atas kemerdekaan Indonesia. Dimulai dari Mesir, berlanjut ke Suriah, Irak, Lebanon, Yaman, Arab Saudi, kemudian Afghanistan.
Untuk itu, Zulhas, sapaan akrab Zulkifli menyarankan, kunjungan kenegaraan guna mempererat hubungan antar negara semacam itu tak hanya berhenti pada Afghanistan. Ia mengambil contoh negara Asia Selatan yang dinilai kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Indonesia, yakni India. "Itu kan Asia Selatan, Asia Selatan perlu sekali," kata Zulhas.
Ia juga menyarankan agar hasil kunjungan Presiden ke Afghanistan tersebut segera ditindak lanjuti guna meningkatkan perekonomian kedua negara. "Hubungan dengan yang lain juga meningkat. Buka penerbangan langsung," tandasnya.
Menurut Zulhas, tindak lanjut hubungan antar negara tersebut menjadi penting mengingat hubungan baik, dan hubungan bersejarah yang telah terjalin cukup lama.
MONITOR, NTT - Kementerian Agama menyalurkan bantuan berupa 1.000 school kit dan 16 Temporary Learning Space…
MONITOR, Jakarta - Dalam upaya memperkuat kerja sama akademik internasional dan pemahaman lintas budaya, Universitas…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memfasilitasi mediasi antara mitra pemasaran selaku…
MONITOR, Medan — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui…
MONITOR, Jakarta - Ambisi Indonesia memperluas kawasan konservasi laut hingga 97,5 juta hektare pada 2045…