Categories: EKONOMI

Kinerja Perdagangan Bulan Desember 2017 Mengalami Defisit

MONITOR, Jakarta – Kinerja perdagangan di bulan Desember 2017 mencatatkan defisit sebesar USD 0,27 miliar. Defisit tersebut bersumber dari defisit perdagangan migas USD 1,04 miliar ditambah surplus perdagangan nonmigas sebesar USD 0,77 miliar.

Meskipun begitu, ekspor bulan Desember 2017 tercatat lebih besar dibandingkan bulan Desember 2016. Pada bulan Desember 2017 nilai ekspor tercatat sebesar USD 14,79 miliar, meningkat 6,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 13,83 miliar. Kinerja ekspor di bulan Desember 2017 ini terutama didorong oleh peningkatan ekspor sektor migas.

“Ekspor migas Desember 2017 meningkat sebesar 20,8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dari USD 1,25 miliar menjadi USD 1,50 miliar, sementara ekspor nonmigas hanya meningkat 5,6% dari USD 12,6 miliar menjadi USD 13,3 miliar,” jelas Mendag.

Dari sisi ekspor nonmigas, komoditas yang mengalami kenaikan pada Desember 2017 antara lain besi baja; bijih, kerak dan abu logam, bubur kayu/pulp; perhiasan/permata; bahan bakar mineral; serat stafel buatan; serta ikan dan udang.

Selama Desember 2017, nilai impor tercatat sebesar USD 15,06 miliar, turun 0,3% dibandingkan November 2017 yang nilainya USD 15,10 miliar. Penurunan ini dipicu melemahnya permintaan impor bahan baku/penolong sebesar 1,2%, yang kemungkinan sejalan dengan pengurangan aktivitas industri nasional di akhir tahun. Di sisi lain, impor barang modal dan impor barang konsumsi di bulan Desember 2017 mengalami kenaikan masing-masing sebesar 2,0% dan 2,4% dibanding bulan November 2017.

Secara kumulatif nilai impor selama tahun 2017 mencapai USD 156,89 miliar atau naik 15,7% dibanding tahun sebelumnya. Nilai impor 2017 terdiri atas kenaikan impor barang modal sebesar 12,1%; bahan baku/penolong sebesar 16,6%; dan barang konsumsi sebesar 14,7%.

Impor barang-barang nonmigas dari kelompok bahan baku/penolong yang mengalami kenaikan adalah bahan baku untuk industri (naik 24,8%), suku cadang dan perlengkapan alat angkutan (naik 18,0%), serta makanan dan minuman untuk industri (naik 16,9%). Sedangkan kelompok barang
modal yang impornya naik signifikan adalah alat angkutan untuk industri (naik 64,4%).

Recent Posts

Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Pelindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat kompetensi dan pelindungan pekerja sebagai respons terhadap…

5 jam yang lalu

Kemenag Salurkan 1.000 School Kit dan 16 Ruang Belajar Sementara untuk Madrasah di NTT

MONITOR, NTT - Kementerian Agama menyalurkan bantuan berupa 1.000 school kit dan 16 Temporary Learning Space…

7 jam yang lalu

Universitas Islam Depok dan Hartford International University USA Jalin Kemitraan Perkuat Dialog Antarumat dan Akademik

MONITOR, Jakarta - Dalam upaya memperkuat kerja sama akademik internasional dan pemahaman lintas budaya, Universitas…

1 hari yang lalu

Jasa Marga Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi…

2 hari yang lalu

Kemenhaj Mediasi Pengaduan Penundaan Keberangkatan dan Pengembalian Dana Jemaah

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memfasilitasi mediasi antara mitra pemasaran selaku…

2 hari yang lalu

Bursa Wirausaha Unggulan Buka Akses UMKM Naik Kelas

MONITOR, Medan — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui…

2 hari yang lalu