Categories: GAYA HIDUPHIBURAN

Yuk Kenali Macam-macam Phobia, Siapa Tau Kamu Mengidap Salah Satunya

MONITOR, Jakarta – Phobia mempunyai arti ketakutan terhadap suatu hal, phobia juga mempunyai dampak yang sangat mengganggu. Berdasarkan penyebabnya phobia bisa berasal dari ketakutan sejak kecil atau dari trauma, banyak penyebab yang lain yang memunculkan phobia terhadapa diri sendiri. dilansir bacadulu berikut bermacam-macam phobia yang sering ditemui oleh kebanyakn orang.

1. Trypophobia, Takut Permukaan Berlubang

Kata Trypophobia ini berasal dari bahasa Yunani Trypa yang berarti lubang dan Phobos yang berarti rasa takut. Jadi Trypophobia ini berarti ketakutan terhadap lubang. Bukan lubang sembarang lubang, tentu saja yang ditakuti oleh penderita trypophobia ini, namun lubang kecil-kecil yang bergerombol. Phobia yang satu ini awalnya tidak dikenal dalam kamus kedokteran manapun. Ditemukan akibat adanya sebuah penelitian di forum online. Anggota forum ditunjuki gambar sesuatu yang permukaannya.

Ada beberapa orang yang setelah melihat gambar tersebut menjadi merindinng, gatal-gatal dan merasa ada sesuatu yang merambat-rambat di permukaan kulit mereka. Beberapa orang juga mengatakan bahwa di dalam lubang-lubang kecil tersebut serasa ada yang hidup. Sementara beberapa orang lain mengatakan bahwa benda dengan permukaan ada lubang kecil-kecil bergerombol itu terlihat menjijikkan. jika kamu ingin melakukan tes pada dirimu sendiri apakah mengalamai Trypophonia atau tidak, coba lihat benda benda pemicu ketakutan pada penderita Trypophobia ini dan lihat responmu. Beberapa benda pemicu rasa takut pada trypophobia ini antara lain batu coral, spon, sarang lebah dan bunga teratai. Jika setelah melihat benda-benda itu kamu merasa takut, jijik risih atau merinding kamu menderita pobia inia memiliki lubang kecil kecil bergerombol dan di catat responnya.

2. Mysophobia, Takut Terkena Kuman

Mysophobia ini merupakan ketakutan yang berlebihab terhadap kuman. istilah ini perama kali diperkenalkan pada tahn 1879 oleh Dr William Alexander. Waktu itu psikolog ini sedang mempresentasikan seorang penderita OCD yang terus menerus membasuh tangannya. Jadi Mysophobia ini sangat berkaitan dengan OCD.

Selain terus menerus mencuci tangan mereka juga mandi berkali-kali dalam sehari untuk memastikan tubuh mereka bersih dari kontaminasi bakteri. Celakanya efek dari fobia ini tidak hanya sampai disitu. Mereka juga biasanya merasa bahwa makanan yang akan dimakan juga mengandung bakteri. Para penderita Mysiphobia ini jadi sangat berhati-hati dalam hal makanan. selain berefek pada kehidupan pribadi Phobia terhadap kuman ini juga berimbas pada kehidupan sosial penderitanya. Mereka pada umumnya mengunci diri di dalam rumah karena takur akan bertemu dengan orang-orang yang terkena kuman. Mereka menghindari pelukan dan jabat tangan dengan orang lain. mengingat bahwa bakteri dan kuman itu ada dimana-mana, maka pasti sangat tersiksa ya orang yang memiliki phobia ini.

3. Agarophobia, Takut Keramaian

Jika kamu punya teman atau pacar yang tidak mau diajak ke mall, pasar atau nonton konser musik, kemungkinan besar ia mengalami agarophonia ini. Agarophobia merupakan ketakutan terhadap ruang terbuka atau ruang yang berdesak-desakan. Bagi penderitanya phobia ini sangat menyiksa. Penyebabnya hampir semua tempat di kota-kota besar semuanya penuh oleh orang. sebagai contoh ketika kita pulang dari tempat kerja, pasti ketemu dengan perempatan yang penuh sesak dengan kendaraan yang terjebak macet. Di supermarket atau pasar biasanya orang juga akan berdesak desakan baik ketika mau mengambil barang maupun ketika mau antri membayar.

Ketika bertemu dengan tempat yang penuh orang tersebut, penderita biasanya akan merasa panik yang berlebihan. Karena sering mengalami panik di banyak tempat tersebut mereka masukke lingkaran setan. Sering merasa panik membuat mereka takur akan merasa panik lagi. Mereka cenderung menghindari tempat-tempat ramai dan menurung diri. hasil akhirnya penderita agarophobia sering mengalami depresi.

4. Claustrophobia, Takut Berada di Ruang Sempit

Claustrophobia merupakan bentuk ketakutan berada di ruang sempit. Sebanyak 7 % dari penduduk dunia mengalami Phobia yang satu ini. Umumnya si penderita mengalami kekhawatiran jika berada di ruang yang sempit mereka akan kehabisan udara dan tidak bisa bernafas. Banyak ahli yang sudah mempelajari bentuk dari Claustrophobia ini, namun hanya 2 persen penderitanya mendatangi ahli untuk melakukan terapi.

Munculnya rasa takut berada di ruang sempit yang tertutup ini bisa dipicu oleh beberapa hal. Yang umum di temui orang adalah ketika mereka berada di dalam elevator. Ketika berada di ruang sempit biasanya penderita akan merasa sesak nafas dan panik. Munculnya phobia terhadap ruang sempit ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain: menyusutnya saraf Amigdala di otak. Trauma di masa lalu dan faktor genetik. Selain takut berada di dalam lift penderita Claustrophonia ini juga biasanya takut betada di kamar sempit, kamar yang tekunci, mobil, terowongan, gua dan kereta api. Ada beberapa macam terapi yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan ketakutan pada ruang sempit ini antara lain dengan kognitif terapi, invivo terapi dan beberapa metode lain.

5. Ophidiophobia, Takut Ular

Merupakan phobia terhadap ular. Phobia jenis ini menimpa 1/3 dari penduduk dunia. Banyak ahli menduga bahwa phobia terhadap ular ini sebagai bentuk perilaku yang diwariskan dari generasi ke generasi. Tujuannya adalah agar manusia memiliki naluri bertahan hidup yang besar. Seperti kita tahu, di dunia ini sangat banyak terdapat ular. Ular ular tersebut rata-rata berbahaya dan berbisa. Dengan adanya fobia terhadap ular ini, orang orang sebisa mungkin akan menghindari sehingga peluang bertahan hidup lebih besar.

Pada orang yang menderita phobia ini, mereka akan mengalami ketakutan meskipun tidak bertemu dengan ular asli. Bagi penderita phobia ular sekedar memikirkan atau belihat sesuatu yang bentuknya sepeti ukar saja sudah membuat mereka takut. Meskipun terdengar aneh namun phonia ini punya dampak positif juga lo. Jika punya phobia ukar ini ketika kita sedang camping maupun hiking, kita akan dapat dengan cepat mendeteksi bahaya yang ditimbulkan akibat munculnya ular dengan tiba-tiba. Begitu ada ular kita akan langsung loncat, berteriak atau lari. Dengan aksi ini kita beserta orang sekeliling kita akan terhindar dari bahaya gigitan ular berbisa.

6. Acrophobia, Takut Ketinggian

Akron dalam bahasa Yunani berarti puncak. Sedangkan phobis berarti takur. Jadi akrophonia ini merpakan rasa takut terhadap ketinggian. Letakutan ini diderita oleh 2 persen dari penduduk dunia. Pada orang yang mengalami Acrophobia ini biasanya mereka akan panik ketika berada di tempar tinggi dan melihat kebawah. Jika sudah berada di tempat tinggi mereka mengalami kesulitan untuk turun. Penyebab dari adanya phobia terhadap ketinggian ini masih menjadi perdebatan. Ada yang berpendapat bahwa phobia ini merupakan bawaan sejak lahir. Namun ada pula yang berpendapat bahwa phobia terhadap ketinggian tersebut diperoleh dari pengalaman. Rasa takur terhadap ketinggian merupakan respon alami untuk mencegah tubuh dari jatuh. Jatuh dari ketinggian memang sesuatu yang paling mengancam nyawa di dunia ini.

Akron dalam bahasa Yunani berarti puncak. Sedangkan phobis berarti takur. Jadi akrophonia ini merpakan rasa takut terhadap ketinggian. Letakutan ini diderita oleh 2 persen dari penduduk dunia. Pada orang yang mengalami Acrophobia ini biasanya mereka akan panik ketika berada di tempar tinggi dan melihat kebawah. Jika sudah berada di tempat tinggi mereka mengalami kesulitan untuk turun. Penyebab dari adanya phobia terhadap ketinggian ini masih menjadi perdebatan. Ada yang berpendapat bahwa phobia ini merupakan bawaan sejak lahir. Namun ada pula yang berpendapat bahwa phobia terhadap ketinggian tersebut diperoleh dari pengalaman. Rasa takur terhadap ketinggian merupakan respon alami untuk mencegah tubuh dari jatuh. Jatuh dari ketinggian memang sesuatu yang paling mengancam nyawa di dunia ini.

Recent Posts

Hujan Deras Picu Genangan 30 Cm di Tol Jagorawi Arah Jakarta, Sejumlah Lajur Sempat Tak Bisa Dilalui

MONITOR, Jakarta — Curah hujan tinggi menyebabkan genangan air setinggi sekitar 30 cm di Ruas Tol…

3 jam yang lalu

Dominasi Arah Trans Jawa, Pergerakan Kendaraan Mudik Tembus 1,8 Juta

MONITOR, Jakarta — Arus mudik Lebaran 2026 menunjukkan lonjakan signifikan. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat…

15 jam yang lalu

Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi Nasional 2026

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperluas akses Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1…

15 jam yang lalu

Arus Mudik Lebaran 2026 Meningkat, Lebih dari 2,1 Juta Kendaraan Melintas di Tol Jabodetabek dan Jawa Barat

MONITOR, Jakarta — Arus lalu lintas kendaraan selama periode mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 M di wilayah…

17 jam yang lalu

Benyamin Ajak Warga Tangsel Perkuat Ukhuwah di Momen Idulfitri 1447 H

MONITOR, Tangsel - Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Bambang…

18 jam yang lalu

Arus Lalu Lintas Meningkat, Jasa Marga Buka Akses Contraflow hingga KM 47 Tol Jakarta-Cikampek

MONITOR, Cikampek — Peningkatan volume kendaraan di ruas Tol Jakarta-Cikampek mendorong PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT)…

20 jam yang lalu