MONITOR Jakarta – Dalam merayakan acara Gita Jayanti Nasional 2017, umat Hindu di Indonesia diharapkan mampu menunjukkan semangatnya yang besar untuk terus memelihara dan menginternalisasikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kitab suci Bhagawad Gita.
Pesan itu diungkapkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin agar umat Hindu tidak mudah pudar dari dampak negatif modernisasi.
“Acara ini tidak saja penting,tetapi juga dibutuhkan untuk memberi ruang besar kepada seluruh umat Hindu, agar terus dapat berkontribusi dengan menjadikan Bhagawad Gita sebagai pedoman praktis dalam kehidupan,” ujar Menag di Gedung Sapta Pesona Kementerian Parisiwata, Jakarta, Minggu (17/12).
Menag menyebutkan adanya tuntunan etika, moralitas dan filosofis dari ajaran Bhagawad Gita perlu terus digaungkan kembali, demi terwujudnya kehidupan yang bercita rasa seni, berbudaya, beradab, dan religius serta terwujudnya kebahagian lahir dan batin atau Moksartam Jagat Hita.
Pelaksanaan Gita Jayanti Nasional ini kembali dikatakan Menag, sejalan dengan isi pokok Bhagawad Gita, yang tidak hanya bersifat filosofis dan rasional tetapi juga menjadikan etika sebagai aspek yang fundamental dalam menjalani kehidupan.
“Bhagawad Gita bahkan telah menjadi teologi pembebasan bagi banyak tokoh dunia, seperti Mahatma Gandhi, Nelson Mandela hingga lr. Soekarno,” ujar Menag disambut meriah peserta.
Dalam kesempatan tersebut, Menag juga mengapresiasi penyelanggara yang bisa memahami konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Acara Gita Jayanti Nasional yang kali ini mengusung tema sentral “Berbangsa dalam Persaudaraan dan Bersaudara dalam Kebangsaan” menurut Menag adalah sumbangsih nyata umat Hindu dalam memperkuat kekayaan bangsa melalui keberagaman agama, seni dan budaya. Keanekaan yang begitu subur tumbuh di atas bumi pertiwi adalah aset bangsa yang tak ternilai harganya.
“Di sisi lain, acara ini juga sangat bermakna untuk menenun kembali kerukunan, kebersamaan dan rasa persaudaraan tanpa batas melalui konsep Tat Twam Asi, Tri Hita Karana, maupun Wasudewa Kutum Bakam,” ujarnya.
