Categories: BISNISEKONOMI

Ini Pasar Bidikan Bisnis Mandiri Investasi di Tahun 2018

MONITOR, Jakarta – PT Mandiri Manajemen Investasi tahun depan mengincar target beberapa instrumen investasi dan mulai ekspansi ke pasar luar negeri.

Perseroan membidik menangani peluncuran dana investasi real estate (DIRE) sebesar Rp 500 miliar, reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) Rp 500 miliar – Rp 1 triliun dan kontrak investasi kolektif (KIK) efek beragun aset (EBA).

Hal ini merupakan bagian dari rencana meluncurkan tiga produk alternatif investasi tahun depan anak usaha Bank Mandiri ini .

"Tahun 2018 Mandiri lnvestasi kembali berencana meluncurkan produk Alternative Investment lain nya yaitu KIK EBA, KIK DIRE dan RDPT," kata Endang Astharanti Direktur Mandiri lnvestasi di Jakarta.

Selain itu, Mandiri lnvestasi juga pengembangan bisnis ke pasar baru di luar lndonesia, antara lain ke beberapa Negara di Asia Tenggara yaitu Thailand, Filipina, Malaysia dan Singapura. Selain itu ke beberapa Negara Asia Timur seperti Korea Selatan dan Taiwan.

Astharanti mengatakan dari kunjungan ke beberapa negara tersebut, Mandiri lnvestasi berhasil mendapatkan investor baru untuk Reksa Dana Pasar Uang Mandiri investa Pasar Uang ("MIPU") dari Korea Selatan dan Singapura.

Selain itu minat dari investor Manajer lnvestasi di Thailand dan Filipina ke Reksa Dana Pasar Uang, serta dari Taiwan untuk Infrastructure.

"Pada hari kedua penawaran umum KIK EBA yang lalu, kami berhasil mendapatkan kelebihan permintaan (over subscribed) sebesar 2.5 kali dari rencana penerbitan," kata Astharanti.

Ia mengatakan tingginya permintaan ini menunjukan besarnya potensi dan minat para investor dalam melakukan investasi pada produk alternatif investasi seperti KlK EBA.

Sementara itu Direktur Utama Mandiri lnvestasi Alvin Pattsahusiwa mengatakan minat investor terhadap produk-produk alternative investment di lndonesia saat ini cukup besar.

Saat ini lanjut Alvin total dana kelolaan KIK EBA yang dikelola perusahaan sebesar Rp2 triliun sampai akhir tahun ini.

"Minat investor terhadap produk-produk alternatif investasi masih cukup besar," ungkapnya.

Recent Posts

Kementerian UMKM Dorong Waralaba Jadi Instrumen UMKM Naik Kelas

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong pengembangan waralaba sebagai salah…

13 jam yang lalu

Soroti Dugaan Korupsi Batu Bara Kukar, LSAK: Uang Disita, Kok Pemiliknya Tidak Ditetapkan Tersangka?

MONITOR, Jakarta - Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperjelas status…

14 jam yang lalu

MTQ Nasional XXXI, Menag: Jadikan Al-Qur’an sebagai Living Quran

MONITOR, Jakarta - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa…

14 jam yang lalu

Kemenhaj Umumkan Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2, Seleksi Petugas Berlanjut

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah resmi mengumumkan peserta yang berhak mengikuti Computer Assisted…

16 jam yang lalu

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

MONITOR, Pandeglang - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Manshur Pandeglang mengapresiasi Program Beasiswa Madrasah…

2 hari yang lalu

Kemenhaj Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Uzbekistan Lewat Wisata Religi

MONITOR, Tashkent - Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf mendorong penguatan hubungan Indonesia…

2 hari yang lalu