Minggu, 15 Februari, 2026

Bicara Efisiensi, Indonesia Pertahankan Strategi Perdagangan Multilateral

MONITOR Buenos Aires –Perjanjian fasilitasi perdagangan dalam konteks perdagangan multilateral yang adil, transparan dan sesuai aturan dinilai masih sejalan dengan agenda ekonomi utama Presiden Joko Widodo untuk menjalankan ekonomi dengan cara yang lebih efisien. 

Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sebagai pembicara dalam Forum Bisnis Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Kirsch Cultural Center, Buenos Aires, Argentina, Selasa (12/12).

“Salah satu kebijakan Indonesia yang ditempuh dalam hal efisiensi adalah meluncurkan rangkaian paket deregulasi untuk mengurangi lama waktu yang diperlukan untuk memproses suatu perizinan. Selain itu, kebijakan lainnya adalah memperbaiki transparansi dan infrastruktur,” kata Mendag Enggar saat menyampaikan paparan. 

Prosedur peningkatan efisiensi dapat dibagi menjadi dua pilar utama, yaitu perbaikan prosedur kepabeanan dan penyempurnaan standar pelabuhan. Ini menjelaskan kenapa Indonesia memberikan banyak perhatian terhadap infrastuktur pelabuhan.

- Advertisement -

“Perjanjian fasilitasi perdagangan sejalan dengan agenda Indonesia untuk meningkatkan daya saing ekonomi, sekaligus semakin membuka peluang perdagangan dalam negeri maupun luar negeri,” kata Mendag.

Sementara itu, fasilitasi investasi akan bermanfaat dalam konteks multilateral. Namun perlu disadari bahwa banyak tantangan yang akan dihadapi untuk mencapai sebuah kesepakatan fasilitasi investasi. Misalnya saja isu-isu sensitif yang ada serta isu perlindungan investasi, penyelesaian sengketa investor-negara (Investor-State Dispute Settlement/ISDS), akses pasar, dan pencegahan perselisihan yang harus diperbaiki lebih dahulu.

“Untuk mendukung investasi, anggota WTO perlu sama-sama melihat masalah hak investor dan hak-hak pemerintah dan mempertimbangkannya dengan saksama,” tandas Mendag Enggar.

Mendag Enggar menghadiri sesi forum bisnis dengan tema Progress in Trade Facilitation and New Opportunities in Investment Facilitation. Forum bisnis WTO menghadirkan perwakilan pemerintah, swasta, serta lembaga dalam diskusi-diskusi ekonomi. Bersama Mendag Enggar, hadir pembicara antara lain Menteri Industri, Perdagangan Luar Negeri dan Jasa Brasil Marcos Pereira; Sekretaris Jenderal UNCTAD Mukhisa Kituyi; Regional Manager Latin America Ethiopian Airlines Girum Abebe; dan Sekretaris Jenderal International Chamber of Commerce John Danilovich.

Perlu ditambahkan bahwa mulai tanggal 5 Desember 2017, WTO mencatat Indonesia secara penuh telah sepenuhnya meratifikasi Trade Facilitation Agreement (TFA). TFA secara resmi telah menjadi undang-undang persetujuan Marrakesh yaitu UU No. 17 Tahun 2017 per tanggal 22 November 2017.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER