Categories: EKONOMIENERGI

Pemerintah Komitmen Kembangkan Sumber Energi Terbarukan

MONITOR Jakarta –Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menyatakan, saat ini di Indonesia telah beroperasi 8,9 Giga Watt (GW) Pembangkit Energi Terbarukan. Ia menuturkan, pemerintah berkomitmen untuk membangun lebih banyak lagi, dengan mengoptimalisasi berbagai sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) dan juga mengimplementasikan konservasi energi.

Pemerintah, terang Arcandra, telah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk mempercepat pemanfaatan EBT dan menumbuhkan iklim investasi. 

"Beberapa kebijakan juga mengatur insentif fiskal dan non fiskal untuk menarik investor. Usaha-usaha tersebut dilakukan untuk mencapai target bauran energi dari Energi Terbarukan sebesar 23% di tahun 2025," tambah Arcandra.

Arcandra juga mengungkapkan bahwa perkembangan pemanfaatan EBT di Indonesia kini semakin masif, hal tersebut dibuktikan dengan bertambahnya jumlah perjanjian jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) EBT yang ditandatangani di tahun ini. 

"Tahun sebelumnya, 2016, yang tanda tangan PPA dengan PT PLN (Persero) berjumlah 16, tahun ini kita sudah tanda tangan 68 PPA, ditambah Pak Menteri kemarin menyaksikan penandatanganan 3 Letter of Intent (LoI) di Perancis. Artinya, Pemerintah sangat mendorong pengembangan Energi Terbarukan, walaupun ada kendala-kendala itu. Semua kendala sebisa mungkin kita carikan solusinya," tutur Arcandra.

Arcandra mengemukakan prioritas Pemerintah saat ini adalah untuk memenuhi kebutuhan energi, terutama akses kelistrikan di seluruh Indonesia serta memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi Nasional. 

Untuk mencapai ketahanan dan kedaulatan energi tersebut, kebijakan energi Pemerintah berfokus kepada kepada 5 pilar penting, yakni peningkatan rasio elektrifikasi, distribusi yang merata serta harga yang terjangkau, dan keberlanjutan. "Yang keempat adalah investasi yang kondusif dan pertumbuhan ekonomi, dan kelima adalah tata kelola pemerintahan yang baik serta penyederhanaan birokrasi dan perizinan," lanjutnya.

Saat ini, lanjut Arcandra, salah satu tantangan dalam pengembangan Energi Terbarukan di Indonesia adalah bunga bank yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan bank asing. 

"Secara garis besar, bank lokal memberikan interest rate sekitar 10-11 persen, kalau dari luar negeri itu ada menawarkan bunga bank di bawah 5%, ada yang mengatakan 2% hingga 3%," terang Arcandra.

"Namun demikian kita juga harus hati-hati melihat apakah yang ditawarkan itu persyaratannya seperti apa. Ada yang mempersyaratkan ini merupakan export credit, ada yang mempersyaratkan teknologi sekian persen dari negara pemberi pinjaman, dan ini harus kita lihat satu persatu case-nya. Kita berharap masalah pendanaan ini, ini challenge, bukan sebuah kendala yang besar karena apa, karena sudah 68 kita tanda tangan PPA," lanjutnya.

Untuk memberikan solusi kepada pembiayaan pengembangan EBT dalam negeri, Arcandra telah menemui beberapa lembaga pendanaan dan mengusahakan adanya persyaratan yang memudahkan pengembang dalam negeri. 

"Beberapa kesempatan saya coba untuk mengumpulkan lender dari luar, dan menanyakan berapa mereka bisa menawarkan interest rate.  Sudah beberapa kali pertemuan, bertemu World Bank, lender-lender dari Eropa, namun demikian memang ada persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi. Dalam rangka memenuhi persyaratan ini kadang-kadang persyaratannya terlalu ketat. Nah ini kita sedang usaha, ada tidak, atau bisa tidak, persyaratan itu yang mengakibatkan pengembang-pengembang EBT dalam negeri bisa memanfaatkan dana luar yang berbunga rendah," pungkas Arcandra.

Recent Posts

Belajar dari Kampus Peringkat Kedua Nasional THE, PTKIS Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal

LPM UIN Sunan Kalijaga Berbagi Strategi Implementasi SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 MONITOR,…

11 jam yang lalu

Soroti 7 Persoalan Tata Kelola, Rokhmin Dahuri Dorong Reformasi Cagar Biosfer Indonesia

MONITOR, Wakatobi - Pengakuan UNESCO terhadap suatu kawasan sebagai cagar biosfer tidak otomatis menjamin keberhasilan…

11 jam yang lalu

Hasil Ubinan BPS, Panen Padi di Cirebon Tembus 9,2 Ton per Hektare berkat Aplikasi Pureplant

MONITOR, Cirebon - Hasil panen padi petani di Blok Makam Kidul, Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan…

17 jam yang lalu

Stafsus Menag Sambangi Ponpes Hamalatul Qur’an Sukoharjo, Tawarkan Trauma Healing untuk Santri

MONITOR, Sukoharjo – Kementerian Agama (Kemenag) RI menegaskan komitmennya untuk hadir memberikan pelayanan, pembinaan, dan…

2 hari yang lalu

OASE III PTKIN 2026 Resmi Dibuka Menag, Dorong Integrasi Sains dan Nilai Agama

MONITOR, Yogyakarta - Ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam…

2 hari yang lalu

Kementan Percepat Penyerapan Telur, Peternak Mikro dan Kecil Jadi Prioritas

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat penyerapan telur ayam ras senilai Rp30 miliar melalui…

3 hari yang lalu