Categories: EKONOMIENERGI

Pastikan Pasokan Aman, Pertamina Pantau Langsung Sejumlah Pangkalan LPG

MONITOR, Jakarta – PT Pertamina (Persero), hari Sabtu (9/12) melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau langsung kondisi ketersedian stok gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) di sejumlah titik pangkalan LPG di Jakarta. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan stok yang tersedia bagi masyarakat dalam kondisi aman.

Berdasarkan hasil pemantauan di gudang agen di Rawasari, Jakarta, terpantau stok dalam kondisi cukup tersedia, dan tidak ada antrian. Sementara, di salah satu SPBU yang berlokasi di daerah kuningan, stok tersedia cukup bagus, LPG 3 kilogram (kg) berjumlah 372 tabung, LPG Non Subsidi (12 kg) 60 tabung dan terpantau tidak ada antrian.

Berlanjut ke Pangkalan LPG Fajar yang terletak di Jalan Percetakan Negara 11, stok LPG 3 kg di pangkalan ini berjumlah 200 tabung, LPG 12 kg sebanyak 30 tabung. Di pangkalan ini tidak terlihat adanya antrian atau dalam kondisi normal. Pangkalan LPG Fajar menerima suplai setiap hari sekitar 200 tabung, sementara tambahan suplai menyesuaikan dengan kebutuhan.

Sebagaimana diketahui, menyikapi banyaknya laporan kelangkaan LPG 3 kg , Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Pertamina (Persero) telah memastikan bahwa gas LPG ukuran 3 kg bersubsidi selalu tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari. 

"Kementerian ESDM berkoordinasi dengan Pertamina untuk melihat dan memeriksa apakah benar terjadi kekurangan stok LPG di daerah. Dari hasil review ini, secara garis besar stok LPG aman, rata-rata sekitar 19-20 hari. Ini sesuai dengan rencana yang ada di Pertamina", jelas Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, di Jakarta, Jumat (8/12) kemarin.

Di tempat terpisah, Menteri ESDM Ignasius Jonan menghimbau agar masyarakat mampu tidak menggunakan LPG ukuran 3 kg karena merupakan barang bersubsidi dan diperuntukkan bagi masyarakat yang belum cukup mampu. 

"Saya sangat menghimbau, untuk saudara-saudara yang mampu tidak mengkonsumsi LPG 3 kg. (LPG tabung 3 kg) itu bagi saudara-saudara kita yang belum cukup mampu. Restoran jangan pakai yang 3 kg, pakai yang 12 kg dan sebagainya," tegas Jonan, di Bengkulu, Jumat (8/12).

Senada dengan Jonan, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Elia Massa Manik menyampaikan bahwa pengawasan dari masyarakat juga diperlukan untuk mencegah penggunaan LPG 3 kg oleh kalangan mampu.

"Khusus LPG, LPG ini yang 3 kg kita tujukan untuk teman-teman kita yang belum mampu, oleh karena itu kami juga mohon dukungan kepada seluruh rekan-rekan media supaya mengingatkan, yang mampu itu jangan melihat yang 3 kg. Kalau makan di restoran, coba cek pakai yang 3 kg tidak? Ini kita bicara energi berkeadilan, kenapa? kalau lebihi kuota terus, sebenarnya kita menggerus uang negara," terang Massa.

"Ini yang terus kami himbau supaya ada kesadaran-kesadaran baru, sehingga jumlah subsidi terus berkurang, supaya ada kesadaran, yang mampu jangan beli barang subsidi, khususnya LPG," lanjut Massa.

Masyarakat juga diharapkan berperan aktif untuk memberikan laporan atau pengaduan langsung melalui call center PT Pertamina di saluran 1 500 000, untuk memudahkan memetakan kondisi kelangkaan LPG di lapangan sehingga dapat segera ditindaklanjuti.

Recent Posts

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji Khusus Berhak Lunas 1448 H/2027 M

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia resmi merilis Daftar Jemaah Haji…

9 jam yang lalu

OASE III PTKIN di UIN Sunan Kalijaga, Mahasiswa Kembangkan Inovasi Pengelolaan Limbah dan Pemanfaatan Sumber Daya Berbasis Ekoteologi

MONITOR, Yogyakarta - Kompetisi OASE III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, berbagai cabang…

9 jam yang lalu

OASE III PTKIN 2026 Berakhir Gemilang: Bukti Kampus Islam Siap Bersaing di Kancah Sains dan Teknologi Global

MONITOR, YOGYAKARTA — Ajang bergengsi Olimpiade Agama, Sains, dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri…

1 hari yang lalu

Belajar dari Kampus Peringkat Kedua Nasional THE, PTKIS Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal

LPM UIN Sunan Kalijaga Berbagi Strategi Implementasi SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 MONITOR,…

2 hari yang lalu

Soroti 7 Persoalan Tata Kelola, Rokhmin Dahuri Dorong Reformasi Cagar Biosfer Indonesia

MONITOR, Wakatobi - Pengakuan UNESCO terhadap suatu kawasan sebagai cagar biosfer tidak otomatis menjamin keberhasilan…

2 hari yang lalu

Hasil Ubinan BPS, Panen Padi di Cirebon Tembus 9,2 Ton per Hektare berkat Aplikasi Pureplant

MONITOR, Cirebon - Hasil panen padi petani di Blok Makam Kidul, Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan…

2 hari yang lalu