Categories: NASIONALPEMERINTAHAN

BNPT: Daya Tangkal Masyarakat Terhadap Radikalisme Cukup Baik

MONITOR, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) merilis hasil surveinya untuk mengantisipasi dan mewaspadai radikalisme di kalangan masyarakat Indonesia sudah masuk kategori sedang.

Radikalisme yang terjadi di masyarakat pada survei BNPT menunjukkan 60,67% pada tataran pemahaman, sedangkan sikap radikal di angka 55,70%. Hal ini dijabarkan oleh Komjen Pol Suhardi Alius, Kepala BNPT, pada Seminar Hasil Survei Nasional Daya Tanggkal Masyarakat Terhadap Radikalisme di Jakarta.

"Secara umum meskipun ini perlu diwaspadai, potensi radikalisme ini masuk kategori sedang," kata Alisius pada wawancara radio swasta, Selasa pagi (29/11). 

Menurut Alisius, survei ini menggunakan metode multi random sampling dengan tingkat kepercayaan 91,5% dan melibatkan 9.605 responden. Responden merupakan WNI berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah  yang tersebar di 32 provinsi se-Indonesia.  

Survei BNPT dilakukan bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) yang terdiri dari beberapa lembaga diantaranya The Nusa Institute, Daulat Bangsa, dan Puslitbang Kementerian Agama RI. 

Hasil survei ini, lanjut Alisius, juga mencatat adanya daya tangkal masyarakat yang baik terhadap radikalisme. Dari tujuh variabel yang dijadikan acuan, yaitu kearifan lokal, tingkat kesejahteraan, keamanan, pertahanan, keadilan, kebebasan, dan kepercayaan hukum, empat di antaranya menghasilkan catatan signifikan dan baik. 

"Kearifan lokal, kesejahteraan, kebebasan dan kepercayaan hukum jadi peredam radikalisme di masyarakat," ujar Mantan Kabareskrim Polri ini. 

Survei ini sendiri dilaksanakan guna mengetahui kondisi riil radikalisme di lingkungan masyarakat dan kemampuan apa saja yang sudah dimiliki untuk menangkalnya. 

Untuk menekan angka radikalisme di masyarakat, BNPT terus akan mengoptimalkan keterlibatan masyarakat dalam pencegahan radikalisme dan terorisme. Keberadaan FKPT sebagai mitra strategis BNPT akan terus diberdayakan. 

Recent Posts

Ojol Jadi Pilihan Seorang Ayah Tunggal Cari Nafkah Sambil Asuh Anak

MONITOR, Kolaka – Menjalani peran sebagai orang tua tunggal bukan perkara mudah. Hal itu dirasakan Tri…

1 jam yang lalu

Kemnaker Perkuat Ekosistem K3 untuk Tingkatkan Pelindungan Pekerja

MONITOR, Makassar — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat ekosistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) nasional sebagai…

3 jam yang lalu

Warga Boleh Bela Diri dari Begal, DPR: Tetap Prioritaskan Keselamatan dan Hindari Main Hakim Sendiri

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding menyoroti pernyataan Polda Jawa Barat…

4 jam yang lalu

Deposit Judol Nominal Kecil Bisa Sasar Anak-anak, Legislator Minta Putus Aliran Dana Pelaku Judi Online

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR, Junico Siahaan menyoroti perubahan pola transaksi dalam aktivitas…

6 jam yang lalu

Dalam Sebulan, Prodi PAI FITK UIN Jakarta Hantarkan 4 Proposal Riset Kolaboratif ke Kompetisi BRIN 2026

MONITOR, Tangerang Selatan - Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan…

10 jam yang lalu

Komisi IX DPR Soroti 6 Ribu Bayi Meninggal Tiap Tahun

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menaruh perhatian serius terhadap…

23 jam yang lalu