MONITOR Jakarta – Pimpinan Pusat Muhammadiyah pagi ini melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Kemenko PMK). Dalam kesempatan itu, Menko PMK Puan Maharani hadir sekaligus menandatangani nota kesepahaman tersebut dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.
Puan menyatakan, kerjasama tersebut merupakan implementasi dari program revolusi mental yang termaktub dalam butiran Nawacita yang digaungkan pemerintahan Jokowi-JK. Cucu proklamator Soekarno ini menambahkan, pemerintah membutuhkan dukungan dari civil society seperti Muhammadiyah.
"Saya memerlukan dukungan dari PP Muhammadiyah saat ini diwakili oleh Pak Haedar Nashir komitmen ini harus diimplementasikan secara konkrit," kata Puan Maharani di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Menteng, Jumat (24/11).
Lebih jauh Puan berharap, agar PP Muhammadiyah bisa membantu melakukan sosialisasi dan edukasi tentang revolusi di dunia pendidikan. Untuk itu, kerja sama dan gotong royong sangat dibutuhkan bagi kepentingan pembangunan nasional.
"Pembangunan nasional dibutuhkan gotong royong, kerjasama dengan Muhammadiyah efek strategis untuk umat Islam," tukasnya.
MONITOR, Jakarta - Capaian swasembada pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pangan…
MONITOR, Jakarta - Guru Besar Emeritus Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan IPB University sekaligus…
MONITOR, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia meminta seluruh pengurus…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah memperkuat pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku…
NONITOR, Aceh – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperluas akses pasar bagi usaha…
MONITOR, Banyuwangi — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya kompetensi dan kemampuan bahasa…