Categories: HUMANIORAPENDIDIKAN

166 Siswa-Siswi Madrasah dari Berbagai Daerah Ikut Ajang Kompetisi Robotik Madrasah 2017

MONITOR,  Tangerang Selatan – Kompetisi Robotik Madrasah tahun 2017 yang diselenggarakan Kementerian Agama RI pada gelaran Expo Internasional Pendidikan Islam atau International Islamic Education Expo (IIEE)  diikuti 166 siswa-siswi dari 83 Madrasah berbagai daerah di Indonesia.

Kompetisi Robotik Madrasah pertama dam kedua kalinya diselenggarakan pada tahun 2015 di Cilandak Town Square Jakarta Selatan dan tahun 2016 di Mall of Indonesia Jakarta utara. Sedangkan tahun 2017 ini dilaksanakan di ICE BSD Tangerang Selatan Banten dan diikuti oleh madrasah mulai jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA), baik madrasah swasta maupun negeri.

Menurut Direktur KSKK Madrasah, A.Umar, selaku ketua panitia Kompetisi Robotik Madrasah, dirinya mengucapkan terima kasih kepada seluruh siswa-siswi madrasah yang telah mendaftarkan diri ikut kompetisi di gelaran ketiga pameran internasional pendidikan nasional yang diselenggarakan Kementerian Agama RI ini.

Ia lebih lanjut mengatakan, siswa-siswi yang mengikuti kompetisi adalah anak-anak didik pilihan. Karena, dari 152 tim/madrasah yang mendaftarkan diri kemudian disaring hanya 83 tim/madrasah saja yang lolos seleksi mengikuti kompetisi Robotik madrasah.

Selain itu, ia juga mengapresiasi tingginya animo madrasah baik MI, MTs maupun MA yang banyak ingin mengikuti ajang kompetisi teknologi ini. Hal ini dibuktikan, selama waktu hampir seminggu pembukaan pendaftaran dimulai, sudah ada ratusan madarasah yang mendaftarkan diri.

Ajang Kompetisi Robotik Madrasah yang akan menampilkan dan mengadu kemampuan robot ciptaan madrasah ini memperebutkan total hadi sebesar 250 juta. Pada Kompetisi tahun 2017 ini, panitia menambah dua kategori yang sebelumnya tidak ada. Masing-masing satu kategori untuk tingkat MTs dan tingkat MA yaitu kategori Rancang Bangun Mekanika (Discovery Robot).  Dari kompetisi ini, diharapkan anak-anak didik madrasah bisa bersaing dalam bidang teknologi di tingkat regional maupun internasional.

Recent Posts

Rokhmin Dahuri: Swasembada Pangan Harus Menyejahterakan Petani

MONITOR, Jakarta - Capaian swasembada pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pangan…

9 jam yang lalu

Blue Economy; Basis Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

MONITOR, Jakarta - Guru Besar Emeritus Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan IPB University sekaligus…

12 jam yang lalu

Wacana Ambang Batas 5 Persen, Partai Gelora Minta Kader Fokus Syarat Verifikasi Parpol

MONITOR, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia meminta seluruh pengurus…

13 jam yang lalu

Peternak NTB Tak Sendiri, Kementan Bersama Pemda Perkuat Perlindungan Ternak

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah memperkuat pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku…

14 jam yang lalu

KUMITRA Buka Akses Usaha Mikro Aceh ke Rantai Pasok Ritel

NONITOR, Aceh – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperluas akses pasar bagi usaha…

15 jam yang lalu

Kamenaker: Kompetensi dan Bahasa Jadi Bekal Kerja ke Jepang

MONITOR, Banyuwangi — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya kompetensi dan kemampuan bahasa…

17 jam yang lalu