MONITOR, Jakarta – Direktur Keuangan Berkelanjutan OJK, Edi Setijawan mengatakan, keberadaan Koperasi Simpan Pinjam/Koperasi Serba Usaha (KSP/KSU) sebagai lembaga pembiayaan masih berdiri di dua kaki. Itu terlihat dari kontribusinya terhadap koordinasi keuangan berkelanjutan.
Untuk itu Edi menginginkan agar KSP/KSU ini mampu bersaing di dunia FInancial Technologi (Fintech). Sehingga, koperasi bisa hidup dan terus berinovasi.
“Kami menginginkan bagaimana KSP bisa bersaing dengan fintech, bagaimana KSP manfaatkan TI misalnya dengan mengumpulkan semua nasabah dalam satu sistem. Bagaimana KSP bisa menjadi koperasi modern yang bisa hidup dalam jaman now,” ujarnya, Jakarta, Rabu (22/11).
Terkait keuangan berkelanjutan ini, sambung Edi, OJK sudah menerbitkan POJK 51/ tentang penerapan keuangan berkelanjutan untuk lembaga jasa keuangan, emiten, dan perusahaan publik sebagai wujud implementasi roadmap keuangan berkelanjutan.
Dengan adanya peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) tersebut, lanjut Edi, regulator jasa keuangan ingin penyediaan sumber pendanaan yang dibutuhkan untuk pembangunan berkelanjutan dan pendanaan terkait perubahan iklim dalam jumlah yang memadai.
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengucapkan selamat memperingati Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus…
MONITOR, Jakarta - Panitia Kerja (Panja) Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Satu Data Indonesia (SDI)…
MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar suku bunga program Permodalan Nasional Madani (PNM)…
MONITOR, Surakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati memberikan catatan kritis…
MONITOR, Badung - Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Simpan…
MONITOR, Bali – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat…