Categories: NASIONALPEMERINTAHAN

Bakar 60.000 Jagung, Gempita Pecahkan Rekor MURI

MONITOR Jember – Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) Jawa Timur berhasil membakar jagung sebanyak 60.000 buah yang berlangsung di Desa Kemuningsari Kidul, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kegiatan ini diacungi jempol, pasalnya kegiatan tersebut berhasil mencapai rekor di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Kegiatan gempita pesta rakyat yang bertema "Desa Berdaulat Pangan" tersebut dihadiri oleh Bupati Jember Faida, jajaran Korwil  Gempita Jatim, anggota MURI, pihak muspika Kecamatan Jenggawah, dan puluhan ribu warga desa setempat.

"Saya sangat terharu dan bahagia atas  kegiatan Gempita ini menggelar pesta rakyat dengan membakar jagung sebanyak 60 ribu jagung, sehingga masuk dalam pemecahan rekor MURI," kata Bupati Jember Faida saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.

Menurutnya kegiatan ini membuktikan pencapaian Gerakan Nasional Gempita oleh Mentan Dr. Andi Amran Sulaiman ini  sukses mendorong  kebangkitan pemuda untuk kembali bertani yang ada di Kabupaten Jember, sehingga bisa menjadi contoh untuk para pemuda yang lain untuk ikut berperan aktif terhadap pertanian di wilayah setempat.

Kepala Desa Kemuningsari Kidul Sujarwo Hadiono mengatakan kegiatan bakar jagung massal tersebut merupakan salah satu wujud rasa syukur warga yang mayoritas sebagai petani atas panen jagung yang melimpah di desa setempat.

"Kegiatan membakar 60.000 jagung yang merupakan hasil panen petani itu merupakan puncak petik jagung dan membuktikan bahwa petani di Desa Kemuningsari Kidul berhasil mewujudkan swasembada jagung yang digerakkan oleh para pemuda," katanya.

Sementara Koordinator Gempita Ali Murtadho mengatakan, bangsa yang kuat adalah bangsa yang dapat mencukupi kebutuhan pangan dan didukung potensi alam yang luar biasa, sehingga Gerakan Nasional Gempita sebagai program kongkrit regenerasi petani diharapkan Indonesia mampu menjadi lumbung pangan dunia secara berkelanjutan.

"Kegiatan bakar jagung yang berhasil memecahkan rekor MURI itu merupakan momentum kebangkitan pemuda tani karena sebagian besar petani di Indonesia berusia 50an, sebagaimana spirit menteri pertanian RI Dr. Andi Amran Sulaiman yang mencanangkan Gempita sebagai gerakan Nasional agar pemuda harus didorong untuk kembali mencintai dunia pertanian," tuturnya.

Dengan kegiatan tersebut, lanjut dia, Gempita mengajak generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian dengan menunjukkan bahwa petani bisa menjadi entrepreneur dan petani bisa menjadi sejahtera hingga anak cucu, sehingga harapan pemerintah untuk swasembada pangan bisa tercapai.

Recent Posts

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

5 jam yang lalu

Menag Berhentikan Prof. Muzakki sebagai Rektor UIN Surabaya

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…

5 jam yang lalu

Wamenaker: Pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditargetkan Oktober 2026

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan bahwa pemerintah dan DPR RI…

5 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Swasembada Pangan Harus Menyejahterakan Petani

MONITOR, Jakarta - Capaian swasembada pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pangan…

18 jam yang lalu

Blue Economy; Basis Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

MONITOR, Jakarta - Guru Besar Emeritus Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan IPB University sekaligus…

21 jam yang lalu

Wacana Ambang Batas 5 Persen, Partai Gelora Minta Kader Fokus Syarat Verifikasi Parpol

MONITOR, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia meminta seluruh pengurus…

22 jam yang lalu