Categories: HUMANIORASOSIAL

‘Tuh, Saya Betulan Sakit Kok’

Siapa sih orang yang suka dipanggil penyidik? Sekali pun tidak bersalah, ke kantor penegakan hukum pasti bikin keder juga. Apalagi kalau bersalah.

Stres, dengan demikian, menjadi reaksi yang manusiawi. Efeknya bisa ke fisik. Psikosomatis, namanya. Yaitu gangguan fisik yang disebabkan faktor psikis.

Tapi di ranah pidana, bisa saja orang yang bermasalah langsung berlagak sakit. Malingering, sebutannya. Ini *modus terencana* untuk memperoleh insentif eksternal, yaitu ngeles dari proses hukum.

Studi Conroy dan Kwartner (2016) mengestimasi bahwa malingering 'hanya' dijumpai 17% kasus. Eit, jangan salah tafsir ya. Angka serendah itu bukan karena insidennya sedikit. Tapi karena sangat banyak atraksi pura-pura sakit para pesakitan yang tidak berhasil dibongkar otoritas penegakan hukum. Ini menjadi penanda betapa paten dan ampuhnya siasat malingering untuk memandulkan penegak hukum.

Tapi, mungkinkan ada orang yang malingering dengan cara nekad? Bisa saja. Nekad sekaligus absurd. *Membuat benturan di kepala, misalnya.* Karena terbentur, konon terjadi cedera kepala/otak yang mengganggu fungsi daya ingat. Padahal fungsi ini sangat dibutuhkan dalam proses hukum. Nah, ilmuwan semisal Suhr, Tranel, Wefel, dan Barrash sudah wanti-wanti dengan redaksional yang menjaga perasaan si malingerer, "Di ranah forensik/hukum, sangat perlu dipertimbangkan ada faktor-faktor selain saraf yang memengaruhi buruknya ingatan pasien."

Atas dasar itu, tersangka yang melakukan malingering sepatutnya disikapi sebagai orang yang tidak kooperatif bahkan mempersulit proses hukum. Andai kelak dia divonis bersalah, atraksi malingering-nya patut dijadikan sebagai unsur pemberatan hukuman.

Oya, jangan lupa nasib si tiang listrik. Bisa saja dia malingering dengan membengkokkan dirinya sendiri. Self-sabotage, gitu.

Recent Posts

Menaker: Hakim Ad Hoc PHI Jaga Kepastian Hukum

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…

3 jam yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Rekognisi Pesantren Perlu Diikuti Afirmasi Anggaran

MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…

3 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

14 jam yang lalu

Menag Berhentikan Prof. Muzakki sebagai Rektor UIN Surabaya

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…

14 jam yang lalu

Wamenaker: Pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditargetkan Oktober 2026

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan bahwa pemerintah dan DPR RI…

14 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Swasembada Pangan Harus Menyejahterakan Petani

MONITOR, Jakarta - Capaian swasembada pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pangan…

1 hari yang lalu