Categories: NASIONALPOLITIK

Pengamat Hukum: Jangan Sampai Novanto Amnesia

MONITOR, Jakarta – Ketua DPR RI Setya Novanto dikabarkan mengalami kecelakaan mobil, Kamis (16/11) petang. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Selatan.

Dalam sebuah video yang beredar di pesan Whatsapp, mobil Toyota Fortuner berwarna hitam dengan nomor polisi B1732 ZLO yang diketahui milik Setya Novanto terlihat hancur akibat menabrak tiang listrik.

Atas kejadian ini, Pengamat Hukum UAI Suparji Ahmad menyatakan, kecelakaan yang dialami Setya Novanto perlu diselidiki apa penyebabnya. Sehingga tidak memunculkan drama kembali.

"Kecelakaan ini semoga bukan kecelakaan politik, tapi murni kecelakaan lalu lintas yang bukan direkayasa. Sehingga bisa dilakukan perbaikan di masa yang akan datang," ujar Suparji dalam keterangan yang diterima Monitor, Kamis (16/11) malam.

Untuk mencegah polemik baru, Suparji menyarankan agar aparat yang berwenang perlu melakukan pengungkapkan fakta yang sebenarnya terjadi. 

"Jangan sampai publik gagal paham atas kecelakaan ini, karena tempat kejadian kecelakaan merupakan jalur macet, tiang listrik masih berdiri kokoh, dan sopirnya gimana nasibnya. pertanyaan-pertanyaan sederhana ini tapi sulit dipahami," jelasnya mengurai fakta yang terlihat.

Lebih jauh, ia mendoakan supaya kecelakaan yang dialami Novanto tidak parah atau menyebabkan yang bersangkutan amnesia. Sebab jika itu terjadi, kata dia, maka kasus megakorupsi e-KTP akan sulit dibongkar.

"Semoga kecelakaan menimpanya (Novanto) tidak terlalu parah atau menyebabkan terjadinya amnesia. Karena jika itu yang terjadi, maka akan sulit menindaklanjuti kasus e-KTP. Selain mengungkap kasus e-KTP, ada yang lebih menarik dan perlu ditelusuri, adakah pihak lain yang mengkondisikan kasus ini sehingga berlarut-larut," tukas Suparji.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Pascasarja Ilmu Hukum UAI Andir Firliansyah meminta pihak kepolisian untuk menyelidiki kebenaran kecelakaan yang menimpa Ketua Umum Partai Golkar tersebut, sehingga tidak menjadi bahan polemik di tengah masyarakat.

Ia pun berharap Novanto segera sembuh, supaya penyelidikan terhadap kasus e-KTP mampu terselesaikan.

"Jangan sampai masyarakat awam selalu dibohongi. Semoga Setnov cepat sembuh, sehingga dapat membantu proses penegakan hukum, khususnya kasus E-KTP," ujarnya.

Recent Posts

Kemnaker Siapkan Pelatihan Berbasis AI bagi 3.100 Pemuda di Padang

MONITOR, Padang — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan pelatihan berbasis AI…

9 jam yang lalu

Kementan Dukung BUMN Bangun Farm GPS Broiler di Malang, Industri Perunggasan Nasional Makin Kuat

MONITOR, Malang — Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus…

17 jam yang lalu

Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Umat Perkuat Harmoni dan Semangat Kebersamaan

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengucapkan selamat memperingati Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus…

1 hari yang lalu

Jazuli Usulkan Sejumlah Penguatan Substansi dalam RUU Satu Data Indonesia

MONITOR, Jakarta - Panitia Kerja (Panja) Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Satu Data Indonesia (SDI)…

2 hari yang lalu

Presiden Prabowo Instruksikan Penurunan Suku Bunga PNM Mekaar Hingga di Bawah 9 Persen

MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar suku bunga program Permodalan Nasional Madani (PNM)…

2 hari yang lalu

Cegah Keraguan Publik, Komisi X Tegaskan BPS Harus Sajikan Data Faktual

MONITOR, Surakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati memberikan catatan kritis…

2 hari yang lalu