Categories: NASIONALPOLITIK

Akses Internet Terbuka Lebar untuk Daerah 3T

MONITOR, Jakarta – Pemerintah terus memfokuskan saran pendidikan bagi wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Hal ini dibuktikan dengan komitmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam pemberian akses Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan penyediaan akses internet secara berkelanjutan.

Upaya ini dilakukan Kemendikbud dengan menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkoinfo). Program ini diberikan di sekolah-sekolah melalui program Redesain – USO (Universal Service Obligation/Kewajiban Pelayanan Universal) menyediakan akses internet di 122 Kabupaten dari 24 Provinsi di Indonesia.

Dari 122 kabupaten tersebut terdapat 35.478 sekolah jenjang SD, SMP, SMA, SMK, dan sebanyak 12.988 (36,60 persen) sekolah di daerah 3T belum memiliki koneksi internet sendiri, atau sudah sekitar 63,40 persen sekolah di daerah 3T sudah terkoneksi internet.

Untuk perluasan akses TIK di daerah 3T, Kemendikbud menyediakan data dan lokasi sekolah, serta rencana penggunaan akses internet yang dibutuhkan, menyiapkan sarana dan prasarana akses komputer, melakukan pelatihan kepada guru dan siswa dalam rangka pemanfaatan TIK, dan melakukan monitoring, evaluasi, dan memberikan laporan terhadap perkembangan TIK di daerah 3T.

Kemendikbud memberikan usulan dan implementasi Program USO, sampai dengan bulan Juni 2017 sebanyak 659 sekolah sudah terimplementasi program tersebut.

Dalam pengembangan TIK di daerah 3T, Kemendikbud juga telah melakukan bimbingan teknis, baik onsite maupun mengundang pengelola TIK ke Jakarta atau Surabaya. Tahun ini sudah sebanyak 164 sekolah di daerah 3T guru atau pengelola TIK diberikan pendidikan dan pelatihan. Pada tahun sebelumnya, di tahun 2015 sebanyak 67 sekolah, dan di tahun 2016 sebanyak 111 sekolah.

Selain pemberian bantuan peningkatan kompetensi guru, Kemendikbud juga memberikan sejumlah tambahan perangkat TIK bagi sekolah-sekolah tersebut. Batuan perangkat dimaksud berupa laptop, server mini lengkap dengan konten digital off line, akses point, dan LCD Proyektor. Sampai dengan tahun 2017 telah terealisasi bantuan untuk sejumlah 164 sekolah.

Recent Posts

Wacana Ambang Batas 5 Persen, Partai Gelora Minta Kader Fokus Syarat Verifikasi Parpol

MONITOR, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia meminta seluruh pengurus…

1 jam yang lalu

Peternak NTB Tak Sendiri, Kementan Bersama Pemda Perkuat Perlindungan Ternak

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah memperkuat pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku…

2 jam yang lalu

KUMITRA Buka Akses Usaha Mikro Aceh ke Rantai Pasok Ritel

NONITOR, Aceh – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperluas akses pasar bagi usaha…

3 jam yang lalu

Kamenaker: Kompetensi dan Bahasa Jadi Bekal Kerja ke Jepang

MONITOR, Banyuwangi — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya kompetensi dan kemampuan bahasa…

5 jam yang lalu

Kementerian UMKM dan Kemendag Perluas Akses Ekspor Produk Lokal Lewat InaExport

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) berkolaborasi memperluas…

8 jam yang lalu

Kick Off Hari Santri 2026, Menag: Santri Jangan Jadi Penonton, Harus Ikut Menentukan Masa Depan Indonesia

MONITOR, Jakarta — Menteri Agama (Menag) Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar menegaskan bahwa santri tidak boleh…

8 jam yang lalu