Categories: NASIONALPEMERINTAHAN

Kemenkop dan UKM Dukung Kopdit Membentuk Holding Usaha

MONITOR, Badung – Kementerian Koperasi dan UKM mengapresiasi langkah pembentukan holding usaha yang dilakukan Koperasi Kredit Kosayu (Malang), Koperasi Kredit CU Sawiran (Pasuruan), dan Koperasi Kredit Kubu Gunung Tegaljaya (Bali), dengan mendirikan PT Persaudaraan Jaya Mandiri.

“Pembentukan holding tiga koperasi kredit tersebut merupakan arahan kongkrit dari Menteri Koperasi dan UKM. Lebih dari itu, ini bagian dari strategi pengembangan usaha dan diversifikasi usaha melalui kerjasama jaringan dan kemitraan usaha dengan para anggota koperasi. Selain itu, juga untuk memperkuat modal Kopdit untuk kegiatan layanan simpan pinjam dengan menjaga likuiditas sebagai jaringan kerjasama Apex”, kata Deputi Bidang pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati, saat menghadiri acara peresmian holding terrsebut di Kabupaten Badung, Bali, Jumat (10/11).

Menurut Yuana, selama ini pihaknya banyak melaksakan program Bimbingan Teknis dan fasilitasi KSP-KSP untuk mengembangkan jaringan kemitraan usaha, atau yang biasa disebut Apex. “Hal itu sudah sesuai dengan aturan yang ada di UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian, dimana disebutkan bahwa KSP perlu mengembangkan jaringan kemtraan usaha  yang antara lain dengan membentuk KSP sekunder yang anggotanya adalah anggota dari koperasi primer”, imbuh Yuana lagi.

Yuana menambahkan, pembentukan holding antara koperasi secara aspek legal bisa berbentuk badan hokum koperasi atau PT. “Manfaat dari holding ini banyak. Selain untuk pengembangan usaha dari Kopdit-Kopdit, juga untuk meningkatkan posisi tawar Kopdit saat berhadapan dengan mitra usaha”, tandas Yuana.

Yuana optimis langkah membentuk holding usaha akan berjalan sukses karena ketiga Kopdit itu merupakan koperasi yang berkinerja baik, dengan rata-rata jumlah anggotanya antara 5000 hingga 6000 orang anggota setiap koperasinya.

Apalagi, lanjut Yuana, para anggota ketiga koperasi sebagian besar merupakan usaha mikro dan kecil yang memiliki usaha beraga di banyak bidang. Diantaranya, bidang pertanian, jasa pariwisata seperti homestay, kuliner, warung ritel, hingga produk makanan dan minuman.

Rencana usahanya berupa ritel modern, agribisnis sebagai pemasok produk hasil pertanian anggota ke hotel-hotel dan restoran d Bali, Malang, dan Pasuruan, jasa pariwisata berupa kerjasama dengan Kopdit Kubu Gunung Tegaljaya di Bali yang telah memiliki hotel di Bali, serta jasa pelatihan untuk pelaku bisnis, masyarakat dan anggota koperasi, hingga rencana membentuk lembaga sertifikasi profesi (LSP) di sektor UMKM.

“Mereka memang harus membentuk sebuah holding usaha berbentuk PT untuk mengembangkan usaha di bidang lain, karena layanan Kopdit kepada para anggotanya sebatas akses finansial berupa simpan pinjam”, pungkas Yuana.

Recent Posts

Menteri UMKM: LAKSMI Tingkatkan Graduasi Ekonomi Pengusaha Mikro Inklusif

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong peningkatan graduasi ekonomi masyarakat…

12 jam yang lalu

Menaker: Hakim Ad Hoc PHI Jaga Kepastian Hukum

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…

23 jam yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Rekognisi Pesantren Perlu Diikuti Afirmasi Anggaran

MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…

23 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

1 hari yang lalu

Menag Berhentikan Prof. Muzakki sebagai Rektor UIN Surabaya

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…

1 hari yang lalu

Wamenaker: Pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditargetkan Oktober 2026

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan bahwa pemerintah dan DPR RI…

1 hari yang lalu