Categories: NASIONALPEMERINTAHAN

Kementan Siapkan 500.000 Hektar Lahan untuk Swasembada Kedelai

MONITOR, Yogyakarta – Mendukung program penyediaan 1 juta hektar lahan kedele di 20 Provinsi yang dicanangkan Pemerintah untuk pencapaian swasembada kedelai tahun 2018 melalui dana APBN-P 2017, Kementan juga menyiapkan benih kedelai bersubsidi untuk  500.000 hektar lahan di 14 provinsi, namun anggarannya tidak menggunakan APBN-P 2017.

"Menteri Pertanian Amran Sulaiman menginstruksikan Badan SDM Kementan mendukung pencapaian swasembada kedelai 2018, dengan mengkoordinasikan penyiapan 500.000 hektar lahan untuk kedelai di 14 provinsi, dan anggaran untuk benih kedelai bersubsidi 14 provinsi ini bukan dari APBN – Perubahan 2017," kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Momon Rusmono di Yogyakarta, Selasa siang (7/11) usai memimpin rapat koordinasi 'percepatan pelaksanaan kegiatan subsidi benih kedelai' tahun anggaran 2017 dan APBN – P 2017.

Dia menambahkan, target tanam serentak di 14 provinsi dijadwalkan pada akhir Desember 2017, dan saat ini Badan SDM Kementan diminta Mentan mendukung penyiapan lahan yang akan dikawal dan didampingi oleh penyuluh pertanian dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) di 14 provinsi tersebut, sementara pemerintah daerah melibatkan mantri tani dan petugas dari Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) di setiap kecamatan.

"Badan SDM dan Badan Litbang yang mendukung kinerja penanaman 500.000 hektar di 14 provinsi akan melakukan sinkronisasi dengan Ditjen Tanaman Panga yang mengendalikan penanaman lahan 500.000 hektar di 20 provinsi," kata Momon Rusmono.

Rapat yang berlangsung di ruang pertemuan Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Yogyakarta dihadiri oleh 
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Gunawan Yulianto sebagai koordinator program di Provinsi Yogyakarta (DIY), Kepala Dinas Pertanian DIY, Letkol Inf Agus M mewakili Aster Kodam IV Diponegoro Kolonel Inf Amrin Ibrahim, para kepala dinas pertanian di Provinsi DIY dan para Dandim di wilayah Korem 072 Pamungkas/Yogyakarta.

Momon menambahkan, target tanam serentak kedelai ini bagian dari program upaya khusus padi, jagung, dan kedelai disingkat Pajale. Program ini memanfaatkan lahan bekas pertambangan, lahan hutan, lahan perkebunan, lahan kering, lahan bera, lahan tidur, lahan pasang surut, lahan sawah tadah hujan, dan lahan bekas perluasan areal tanaman jagung.

"Sukses swasembada beras di 2016 hingga triwulan ketiga 2017, tidak ada rekomendasi impor jagung, selanjutnya Kementan menargetkan swasembada kedelai pada 2018. Badan SDM dan Badan Litbang Pertanian bekerja mendukung Ditjen Tanaman Pangan di bawah kendali dan koordinasi Mentan Amran Sulaiman," kata Momon Rusmono.

Recent Posts

Dahnil Anzar Tegaskan Komitmennya untuk Perbaikan Radikal Tata Kelola Haji Indonesia

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri urusan haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan komitmennya untuk melakukan perbaikan radikal…

3 jam yang lalu

Jasa Marga Ajak Pengguna Jalan Gunakan Aplikasi Travoy sebagai Asisten Digital Perjalanan

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengajak pengguna jalan tol untuk mengoptimalkan Aplikasi Travoy…

3 jam yang lalu

Jemaah Haji Indonesia Diimbau Lakukan Pembayaran Dam melalui Jalur Resmi Saudi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pembayaran dam…

1 hari yang lalu

Kemnaker Siapkan Pelatihan Berbasis AI bagi 3.100 Pemuda di Padang

MONITOR, Padang — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan pelatihan berbasis AI…

2 hari yang lalu

Kementan Dukung BUMN Bangun Farm GPS Broiler di Malang, Industri Perunggasan Nasional Makin Kuat

MONITOR, Malang — Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus…

2 hari yang lalu

Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Umat Perkuat Harmoni dan Semangat Kebersamaan

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengucapkan selamat memperingati Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus…

3 hari yang lalu