Categories: NASIONALPEMERINTAHAN

PLN Segera Teken Perjanjian Jual Beli Listrik 9 Proyek EBT

MONITOR, Jakarta  – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan segera menandatangani perjanjian jual beli (Power Purchase Agreement/PPA) sembilan proyek pembangkit EBT dengan kapasitas total sekitar 640,65 Megawatt (MW).

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana mengungkapkan, dari kesembilan proyek pembangkit EBT tersebut tujuh di antaranya merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM). Sementara sisanya masing-masing adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). "Ini menunjukkan investasi di sektor EBT makin menarik," ujarnya di Jakarta, Kamis (2/11).

Total investasi untuk kesembilan pembangkit ini cukup besar. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noorsaman Someng mengatakan investasi yang dibutuhkan mencapai Rp20,413 triliun. Pembangkit listrik EBT ini ditargetkan dapat melakukan Commercial Operation Date (COD) dalam waktu dekat. 

"Paling lama COD tahun 2020, di Cikaso. Kincang akhir tahun ini. Tanjungtirta tahun depan. Di 2019 Cibanteng, Bakal Semarak Bone Bolango dan Koko Babak," kata Andy.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Perencanaan Korporat PT PLN Nicke Widyawati, menyatakan, pihaknya menargetkan bisa melakukan PPA pada pertengahan bulan ini. Ia menambahkan, status PPA saat ini sedang dalam proses persetujuan dari Menteri ESDM Ignasius Jonan mengenai harga.

Berikut sembilan lokasi pembangkit listrik yang akan dibangun:

1. PLTA Poso Peaker, Sulawesi Tengah. Kapasitas 515 MW. Total investasi Rp 11,12 triliun.

2. PLTP Rantau Dadap, Sumatera Selatan. Kapasitas 86 MW. Investasi Rp 8,2 triliun.

3. PLTM Bakal Semarak, Sumatera Utara. Kapasitas 5 MW. Investasi Rp 125,64 miliar.

4. PLTM Cibanteng, Jawa Barat. Kapasitas 4,2 MW. Investasi Rp 71,4 miliar.

5. PLTM Cikaso 3, Jawa Barat. Kapasitas 9,9 MW. Investasi Rp 182,21 miliar.

6. PLTM Tanjungtirta, Jawa Tengah. Kapasitas 8 MW. Investasi Rp 201,6 miliar.

7. PLTM Kincang1, Jawa Tengah. Kapasitas 0,35 MW. Investasi Rp 9,14 miliar.

8. PLTM Bone Bolango, Gorontalo. Kapasitas 9,9 MW. Investasi Rp 416,47 miliar.

9. PLTM Koko Babak, Lombok. Kapasitas 2,3 MW. Investasi Rp 86,79 miliar 

Ant

Recent Posts

Rokhmin Dahuri: Guruh Soekarnoputra Wariskan Nasionalisme Lewat Seni dan Budaya

MONITOR, Jakarta - Kepergian seniman dan budayawan Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra meninggalkan warisan penting dalam…

5 jam yang lalu

Delegasi U.S. Army War College Sambangi Istiqlal, Gugun Gumilar Dorong Penguatan Dialog Indonesia-AS

MONITOR, Jakarta - Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat kembali mendapat ruang dalam pertukaran gagasan strategis.…

23 jam yang lalu

Menteri UMKM: LAKSMI Tingkatkan Graduasi Ekonomi Pengusaha Mikro Inklusif

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong peningkatan graduasi ekonomi masyarakat…

2 hari yang lalu

Menaker: Hakim Ad Hoc PHI Jaga Kepastian Hukum

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…

2 hari yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Rekognisi Pesantren Perlu Diikuti Afirmasi Anggaran

MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…

2 hari yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

3 hari yang lalu