MONITOR, Yangon – Dua jurnalis asing yang bekerja untuk kantor media Turki ditahan selama lebih dari 24 jam di Myanmar karena menerbangkan drone di atas gedung parlemen di ibu kota itu.
Insiden itu terjadi di tengah memuncaknya ketegangan antara Myanmar dan Turki, yang mengecam negara Asia Tenggara itu karena perlakuan kejam mereka terhadap minoritas muslim Rohingya.
Bulan lalu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuding Myanmar mendalangi "teror dari warga Buddha" dan melancarkan aksi genosida terhadap kelompok muslim tersebut.
Wartawan terserbut, Lau Hon Meng dari Singapura dan Mok Choy Lin dari Malaysia, ditangkap pada Jumat di ibu kota Myanmar Naypyidaw saat mereka sedang bertugas untuk kantor berita Turk, TRT.
Mereka "sedang diinterogasi karena menerbangkan drone di atas gedung (parlemen) Hluttaw", ungkap pernyataan yang dipublikasikan oleh Kementerian Informasi Myanmar seperti dilansir Antara.
Keduanya bekerja dengan jurnalis asal Myanmar, Aung Naing Soe, yang rumahnya di Yangon digeledah oleh otoritas pada Jumat malam, menurut media lokal, demikian AFP
MONITOR, Jakarta - Transisi Bersih, sebuah lembaga thin tank di bidang ekonomi dan lingkungan berkelanjutan,…
MONITOR, Makkah – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, memastikan pelayanan…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)…
MONITOR, Bogor - Indonesia dinilai memiliki peluang besar menjadi kekuatan utama ekonomi biru dunia melalui…
MONITOR, Jeddah - Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf memimpin kedatangan rombongan Amirulhaj gelombang…
MONITOR, Sragen — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI, Maman Abdurrahman, mengapresiasi langkah Pemerintah…