Categories: EKONOMIENERGI

Wawancara dengan TOGY, Dirut Pertamina EP Bahas Efisiensi Higga Pentingnya Eksplorasi

MONITOR, Jakarta – The Oil & Gas Year (TOGY), penyedia layanan intelijen bisnis, strategi komunikasi dan networking bagi industri global, tak henti-hentinya melakukan wawancara dengan tokoh-tokoh penting di sektor minyak dan gas.

Senin 16 Oktober 2017 lalu, giliran Direktur Utama Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf diwawancarai TOGY. Pertemuan tersebut diantaranya membahas komitmen Pertamina dalam peningkatan produksi sebagai alat untuk mengamankan permintaan energi dalam negeri.

Dalam sesi wawancara, Nanang menyampaikan, Pertamina EP dalam aktivitasnya selalu mengedepankan efisiensi sekaligus mendatangkan keuntungan untuk Pemerintah.

"Kami bertujuan untuk meningkatkan produksi minyak dan gas dengan cara yang paling efisien, untuk memeras setiap tetes minyak dari sumur," kata Manaf di hadapan perwakilan TOGY.

Selain efisiensi yang telah menjadi prioritas perusahaan, lanjut Nanang, Profitabilitas juga penting, pasalnya kondisi industri hidrokarbon global yang kini tengah carut marut.

"Sebagai badan usaha, walaupun kita adalah perusahaan milik negara, kita harus bisa menghasilkan keuntungan dan memberikan deviden kepada pemangku kepentingan kita, Pemerintah Indonesia," katanya.

Lebih jauh wawancara tersebut juga membahas tentang perlunya Indonesia untuk meningkatkan produksi minyak agar tak tergantung pada impor. Pasalnya, tingkat ketergantungan saat ini mengancam stabilitas makro-ekonomi dan kesehatan moneter di Asia Tenggara.

Untuk itu, jelas Nanang, Pertamina EP mengerahkan kemampuannya untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi dalam negeri. Upaya tersebut ditujukan untuk mendorong ekonomi untuk daya saing industri yang bergantung pada minyak dan gas untuk pasokan energi maupun bahan baku.

"Kami berencana untuk mengebor 70 sumur pengembangan dan 14 sumur eksplorasi pada 2018," terangnya.

Data statistik terakhir menunjukkan bahwa investasi di hulu hidrokarbon Indonesia terus mengalami penurunan, dari semula USD 15,3 miliar di tahun 2015, menjadi USD 11,2 miliar di tahun 2016. Namun Nanang menegaskan, Pertamina EP terus merencanakan kampanye pengeboran yang agresif. Pasalnya perlu mengintensifkan kegiatan eksplorasi guna peningkatan cadangan dan produksi.

"Kami masih agresif dalam kampanye eksplorasi, terutama saat melakukan survei seismik 3D dan 2D, karena eksplorasi sangat bergantung pada data seismik," tegasnya.

Menjelang akhir wawancarea, Nanang mencatat bahwa penurunan investasi hulu minyak dan gas bumi berdampak langsung pada perlambatan ekonomi regional dan meningkatkan pengangguran. Hal ini terjadi terutama di anatara kontraktor, sub-kontraktor dan industri pendukung.

"Kegiatan kami harus berdampak pada pertumbuhan ekonomi di daerah tempat kami beroprasi," pungkasnya.

Recent Posts

Rektor UIN Jakarta: Pengamanan Aset TKIP-SDIP Pamulang Adalah Mandat Negara, KBM Dijamin Aman

MONITOR, Tangerang Selatan – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama tim kuasa hukum menggelar konferensi pers…

2 jam yang lalu

Jelang Muktamar NU ke-35, JATMAN Gelar Istighatsah dan Manaqib Kubro di Tambakberas

MONITOR, Jombang – Ribuan jamaah thariqah berkumpul di Pondok Pesantren Al-Amanah 2 Bahrul Ulum, Tambakberas,…

4 jam yang lalu

Kemnaker Usulkan Penguatan Pedoman Kesempatan Kerja Inklusif ASEAN

MONITOR, Bangkok — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengusulkan penguatan pedoman kesempatan kerja inklusif di kawasan ASEAN…

12 jam yang lalu

Gerak Cepat Usai Arahan Mentan Amran, SBM Kini Lebih Terjangkau bagi Koperasi Peternak

MONITOR, Jakarta – Arahan Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman…

14 jam yang lalu

Kemnaker Tegaskan Sinergi dengan ILO Hadapi Perubahan Dunia Kerja

MONITOR, Bangkok – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan International Labour Organization…

1 hari yang lalu

Dalam Sepekan, Arahan Mentan Amran Jadi Langkah Konkret Lindungi Peternak Ayam Ras Petelur

MONITOR, Jakarta – Arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman…

1 hari yang lalu