Categories: BERITAINTERNASIONAL

India Buru Dokter Fasilitas Kesehatan ISIS

MONITOR – Seorang dokter diduga berkebangsaan India baru-baru ini tampil di video propaganda ISIS, menyuarakan agar profesional kesehatan di seluruh dunia bergabung bersama dirinya membantu kelompok yang dianggap teroris di berbagai negara itu.

Merespon hal itu, Badan Keamanan India segera memburu dokter dengan nama samaran Abu Muqatil al-Hind itu.


[removed][removed]

Dilansir Sputniknews, video berjudul "Health Services in the Islamic State" itu telah menempatkan badan keamanan Indoa dalam siaga tinggi karena mereka menduga Abu Muqatil al-Hind berasal dari India Selatan, diduga ia juga bertindak sebagai kepala rekrutmen ISIS yang aktif di daerah tersebut.

Recent Posts

Kemnaker Siapkan Pelatihan Berbasis AI bagi 3.100 Pemuda di Padang

MONITOR, Padang — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan pelatihan berbasis AI…

8 jam yang lalu

Kementan Dukung BUMN Bangun Farm GPS Broiler di Malang, Industri Perunggasan Nasional Makin Kuat

MONITOR, Malang — Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus…

16 jam yang lalu

Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Umat Perkuat Harmoni dan Semangat Kebersamaan

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengucapkan selamat memperingati Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus…

1 hari yang lalu

Jazuli Usulkan Sejumlah Penguatan Substansi dalam RUU Satu Data Indonesia

MONITOR, Jakarta - Panitia Kerja (Panja) Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Satu Data Indonesia (SDI)…

2 hari yang lalu

Presiden Prabowo Instruksikan Penurunan Suku Bunga PNM Mekaar Hingga di Bawah 9 Persen

MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar suku bunga program Permodalan Nasional Madani (PNM)…

2 hari yang lalu

Cegah Keraguan Publik, Komisi X Tegaskan BPS Harus Sajikan Data Faktual

MONITOR, Surakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati memberikan catatan kritis…

2 hari yang lalu