Categories: BERITAMEGAPOLITAN

Warga Gandaria Selatan Pupuk Kekompakan dengan Main Futsal

MONITOR, Jakarta – Warga kelurahan Gandaria Selatan menggelar Lurah Cup Gandaria Selatan, sebuah ajang turnamen futsal antar RW yang berlokasi di lapangan futsal kawasan Fatmawati. Kegiatan tersebut ramai diikuti oleh perwakilan RT-RW. Karena kekompakan ini, tak heran jika beberapa waktu lalu kelurahan Gandaria Selatan mendapatkan penghargaan Kelurahan Sadar Hukum dari Kementerian Hukum dan HAM.

Menurut Lurah Gandaria Selatan H. Muhammad Zen, kegiatan tujuannya untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat. "Dengan acara ini masyarakat dapat lebih mengenal satu sama lain dan ini semakin memperkokoh kerukunan antar ketua RT-RW. Acara seperti ini akan digelar setiap tahunnya," jelasnya.

Selain masyarakat, acara tersebut juga dihadiri oleh Camat Cilandak Tomy Fudhihartono, pengurus pondok pesantren Miftahul Ulum KH Muhidin, ketua DPD Garda Pemuda NasDem Jakarta Selatan Reky Irawan dan pegiat hak perempuan dan anak Ida Laniari.

Tokoh pemuda Jakarta Selatan Ari Surya Subrata mengungkapkan kegembiraannya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya selain menumbuhkan kekompakan antar warga, ini juga berdampak positif terhadap semangat sepak bola dikalangan masyarakat.

"Bola menjadi perekat masyarakat lintas latar belakang. Kegiatan ini menjadi ajang persatuan masyarakat agar tidak mudah terpecah," ujar pria yang akrab disapa Ata kepada wartawan, Jumat (13/10).

Pemilik Rumah Makan Taliwang Bersaudara ini mengatakan kegiatan ini diharapkan akan terus digelar setiap tahun. "Warga RW 01 tempat saya tinggal memberikan dukungan kepada ketua RW kami, H. Hikam dalam pertandingan ini. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi warga dengan aparat pemerintahan dan ini tentu memiliki dampak positif," sambungnya.

Secara terpisah, Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia Ignatius Indro mengatakan sepak bola menjadi alat pemersatu masyarakat dari berbagai segmen. "Apalagi saat ini PSTI tengah mendorong pemerintah untuk mengajukan proposal Indonesia sebagai tuan rumah piala dunia," ujarnya.

Menurutnya, Indonesia lebih baik mengajukan proposal sendiri sehingga sebagai bangsa tidak perlu tergantung dengan AFF. "Menjadi Tuan Rumah tunggal tentu lebih menguntungkan Indonesia, karena kita bisa menentukan venue pertandingan dari Sumatera hingga Papua sehingga keuntungan dan kegembiraan sebagai tuan rumah bisa dirasakan seluruh masyarakat Indonesia. Tinggal bagaimana masing-masing daerah bisa meningkatkan infrastrukturnya," tandasnya.

Recent Posts

Dirut Jasa Marga Raih Penghargaan “The Strategic Leader of National Impact” dari Fakultas Hukum Unissula

MONITOR, Jakarta - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menerima penghargaan _“The…

5 jam yang lalu

Kemenhaj Sampaikan Duka, Jemaah JKG-27 Muhammad Firdaus Ditemukan Wafat

MONITOR, Makkah — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Muhammad…

1 hari yang lalu

Kemnaker: Sertifikasi Kompetensi Perkuat Daya Saing Lulusan Magang

MONITOR, Jakarta — Menjelang berakhirnya Program Magang Nasional Batch 2 pada 23 Mei 2026, Kementerian Ketenagakerjaan…

1 hari yang lalu

Seluruh Jemaah Telah Diberangkatkan ke Tanah Suci, Layanan Armuzna Dimatangkan

MONITOR, Makkah — Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan menuju Arab…

1 hari yang lalu

Menteri UMKM dan Menkomdigi Berkolaborasi Perkuat Pelindungan UMKM di Marketplace

MONITOR, Jakarta — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI Maman Abdurrahman berkolaborasi dengan Menteri…

1 hari yang lalu

Sering jadi Titik Krusial, Komnas Haji minta Pengelolaan Muzdalifah jadi Prioritas Utama Puncak Haji 2026

MONITOR, Mekkah - KOMNAS HAJI menyoroti pentingnya pengelolaan pergerakan jemaah di kawasan Muzdalifah menjelang puncak…

2 hari yang lalu