MONITOR, Bali – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bali menyatakan pihaknya saat ini tengah berupaya mengungsikan sebanyak 20.000 ekor sapi yang berada di zona bahaya erupsi Gununh Agung. Namun dari jumlah tersebut mereka baru mengungsikan sekitar 5.600 ekor.
Koordinator Satgas Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bali, I Ketut Nata Kusuma mengatakan, upaya pemindahan pemindahan sapi dilaksankannya guna mencegah para peternak untuk memasuki kawasan yang dinyatakan berbahaya.
Pasalanya, kata Nata, banyak para peternak yang nekat memberi makan hewan ternak miliknya yang berada di zona tidak aman.
”Pemindahan ternak diperlukan agar pemiliknya tidak masuk ke zona rawan dengan alasan mencari rumput atau melihat ternaknya,” ujarnya dikutip dari Antara, Rabu (11/10).
Lebih lanjut, Nata menjelasakan telah disediakan 41 pos penampungan peternak yang terkena dampak erupsi Gunung Agung. Pos-pos tersbut tersebar di enam titik kabupaten di Bali.
”Saat ini telah disiapkan sekitar 41 pos penampungan peternak. Pos penampungan berada di Kota Denpasar dan sisanya tersebar di enam kabupaten lain di Bali,” jelasnya.
Menurut Nata , banyak juga para peternak yang enggan untuk memindahkan ternak mereka ke penampungan. Alasannya, mereka khawatir ternaknya mengalmai cedera dan sulit mendapatkan pakan.
MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau masyarakat yang ingin mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch…
MONITOR, Jakarta - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menerima penghargaan _“The…
MONITOR, Makkah — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Muhammad…
MONITOR, Jakarta — Menjelang berakhirnya Program Magang Nasional Batch 2 pada 23 Mei 2026, Kementerian Ketenagakerjaan…
MONITOR, Makkah — Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan menuju Arab…
MONITOR, Jakarta — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI Maman Abdurrahman berkolaborasi dengan Menteri…