Categories: NASIONAL

Pansus Hak Angket Beberkan Tiga Temuannya di Hadapan Ketua KPK

MONITOR, Jakarta – Pansus Hak Angket membeberkan sejumlah temuan dugaan pelanggaran yang dilakukan lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menjalankan tugas dan kewenangannya di hadapan Ketua KPK, Agus Rahardjo.

Hal itu disampaikan Ketua Pansus Hak Angket, Agun Gunanjar. Ia menyatakan, ada temuan Pansus Hak Angket KPK yang dibagi menjadi tiga kategori, yakni prosedur hukum, anggaran, dan tata kelola SDM.

Menurut Agun Gundanjar, KPK banyak melanggar prosedur hukum acara dan melanggar HAM. Salah satunya upaya paksa penyitaan, penggeledahan, dan penahanan sering melanggar KUHAP.

"KPK juga sering menetapkan seseorang sebagai tersangka dengan jangka waktu yang melebihi batas yang diatur. PadahalKPK tidak memiliki kewenangan menghentikan penyidikan," ujar Agun Gunanjar di ruang Komisi III DPR RI, Jakarta. Selasa, (26/9).

Dalam aspek ini, kata Agun lembaga besutan Agus Rahardjo itu dianggap melanggar ketentuan mengelola barang sitaan. Dan, KPK juga dinilai bertindak sendiri perihal eksekusi dan perlindungan saksi.

Lebih lanjut, dalam aspek anggaran, Agun menyebut dalam laporan BPK atas KPK tahun 2006-2016 ada 47 rekomendasi yang belum sesuai dan 11 rekomendasi yang belum ditindaklanjuti.

Khusus anggaran KPK tahun 2015, Agun menyebut, BPK menemukan ada kelebihan gaji pegawai KPK sebesar Rp748,460 juta, realisai belanja perjalanan dinas biasa KPK tidak sesuai ketentuan minimal sebesar Rp1,29 miliar, kelebihan pembayaran gedung KPK sebesar Rp655,300 juta.

Sementara, dalam tata kelola SDM, KPK cenderung bermasalah. Hal ini terlihat dari adanya konflik antara Direktur Penyidikan KPK Brigjen Aris Budiman dengan Novel Baswedan.

"Berarti ada pengawasan yang kurang baik di tingkat pimpinan," tandas Agun Gundajar.

Recent Posts

Kemenag Perpanjang Pendaftaran AICIS+ 2026, Dorong Partisipasi Luas Civitas Akademika

MONITOR, Jakarta — Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik…

1 jam yang lalu

Kemenperin Usulkan Penambahan Anggaran Rp1,72 Triliun

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat berbagai program strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan…

2 jam yang lalu

Belajar dari Australia Barat, Prof Rokhmin Dorong Akuakultur Indonesia Naik Kelas

MONITOR - Kekayaan sumber daya laut yang melimpah belum otomatis menjadikan Indonesia sebagai negara dengan…

6 jam yang lalu

Menaker: Polteknaker Harus Jadi Contoh Siapkan Talenta Inovatif

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meminta Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) menjadi contoh pendidikan vokasi…

6 jam yang lalu

Laba Tembus Rp1,9 Triliun Pada Semester I 2026: Jasa Marga Kian Perkuat Ekosistem Jalan Tol Nasional

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (“Perseroan”) terus membuktikan resiliensi dan kepemimpinannya di industri jalan tol nasional dengan mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan dan operasional…

22 jam yang lalu

Muktamar NU Memanas; 9 Ulama Jadi Penentu, Hery Haryanto Azumi Berpeluang jadi Jalan Tengah

MONITOR, Jombang - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama memasuki fase krusial. Konfigurasi kepemimpinan PBNU periode 2026–2031…

2 hari yang lalu