MONITOR, Buleleng – Presiden Joko Widodo membagikan sebanyak 1.000 Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan kartu Program Keluarga Harapan (PKH) saat berkunjung ke Buleleng, Bali, Selasa (26/9).
Berdasarkan keterangan pers Setkab, Presiden didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, dan Gubernur Bali I Made Mangku Pastika.
Di hadapan masyarakat, Jokowi menyampaikan bahwa bantuan KIP dan PKH harus digunakan sebagaimana mestinya. Untuk KIP, Jokowi menegaskan agar masyarakat penerima bantuan menggunakannya untuk keperluan pendidikan.
Sementara bantuan PKH, para penerima harus menggunakannya untuk kebutuhan kesehatan dan peningkatan gizi. Jokowi melanjutkan, apabila penerima bantuan menyalahgunakan, maka kartunya akan dicabut kembali.
"Untuk beli pulsa tidak boleh, beli rokok juga tidak boleh. Kalau dilanggar, kartunya dicabut," ucap Jokowi.
Perlu diketahui, besaran bantuan yang didapatkan para pelajar penerima bantuan sebesar Rp450 ribu per tahun untuk tingkat SD, Rp750 ribu bagi yang berada di tingkat SMP, dan Rp1 juta bagi pelajar SMA atau SMK. Sedangkan bantuan PKH, pemerintah menganggarkan sebesar Rp1.890.000,00 per orang.
MONITOR, Jakarta - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono tampil sebagai pembicara…
MONITOR, Depok - Yayasan Pendidikan Islam Adzikra berkolaborasi dengan Bank Mandiri Area Depok menggelar kegiatan…
MONITOR, Garut — Kementerian Ketenagakerjaan (Kementerian Ketenagakerjaan) menyiapkan pelatihan agroforestry terintegrasi bagi 500 warga Desa Karamatwangi,…
MONITOR - Mahasiswa Universitas Islam Depok, Sutan Akhyar Rajabi, berhasil meraih penghargaan Most Outstanding Participant…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman memandang langkah Pemerintah…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina mengingatkan agar jangan ada…