Ideologi Pancasila Mulai Terancam, Ini Pesan Mahyudin

MONITOR, Denpasar – Wakil Ketua MPR RI Mahyudin menilai perkembangan teknologi informasi saat ini tak hanya melahirkan sisi positif, tetapi ada pula sisi negatifnya. Salah satunya menurut Mahyudin, adalah menyebarkan ujaran kebencian melalui media sosial, seperti halnya sindikat Saracen.

"Ideologi Pancasila mulai diprovokasi melalui kemajuan teknologi informasi. Salah satunya melalui Saracen, kelompok penebar ujaran kebencian melalui media sosial," ujar Mahyudin dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada mahasiswa Fakuktas Ekonomi Umiversitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Rabu (20/9).

Ia menambahkan, para penikmat perkembangan teknologi saat ini sering menyebar informasi hoax. Misalnya, melalui grup whatsapp yang sering terjadi tanpa melakukan konfirmasi tentang kebenaran isu itu. Perkembangan teknologi informasi, kata Mahyudin, harus digunakan sebaik mungkin jangan sampai digunakan ke arah yang negatif. "Kita harus bijak memanfaatkan kemajuan teknologi informasi," ungkapnya.

Mahyudin pun menghimbau kepada generasi muda supaya tidak terpengaruh paham radikal di media sosial. Maka dari itu, mendorong MPR terus melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR. "Kita resah karena generasi muda dipengaruhi kemajuan teknologi informasi. Dengan kemajuan itu penyebaran paham radikal semakin cepat," tegasnya.

- Advertisement -

"Sosialisasi Empat Pilar MPR dimaksudkan agar Pancasila menjadi perilaku sehari-hari dalam kehidupan berbanfsa dan bernegara," jelasnya.

Menurut Mahyudin, Sosialisasi Empat Pilar MPR mestinya dilakukan semua anggota MPR yang jumlahnya 692 orang. Namun Mahyudin mengakui tidak semua anggota MPR melakukan Sosialisasi Empat Pilar. "Saya jujur saja masih ada anggota yang tidak melakukan sosialisasi Empat Pilar MPR," keluh Mahyudin.

Kendati demikian, ia melihat antusiasme mahasiswa dalam mengikuti sosialisasi empat pilar menunjukkan adanya nasionalisme yang tinggi dan kuat di kalangan mahasiswa.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER