Sabtu, 30 Agustus, 2025

Puluhan Massa Desak OSO Hentikan Tim Desk DPP Hanura

MONITOR, Jakarta – Puluhan massa yang mengatasnamakan 'Aliansi Akar Rumput Partai Hanura' melakukan unjuk rasa didepan Gedung City Tower, Jakarta, pada Senin (4/9). 

Dalam aksinya, Aliansi Akar Rumput Partai Hanura meminta agar Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Oedang (OSO) memberhentikan ketua tim desk pusat karena terindikasi terlibat money politik dan menggunakan penyalagunaan kekuasaan serta menghalangi kader-kader dari partai Hanura untuk maju sebagai kepala daerah (Pilkada) serentak di tahun 2018 mendatang.

"Kami mendukung penuh kepemimpinan Oesman sapta dan Syarifuddin Sudding dalam membersihkan benalu-benalu yang merusak partai Hanura," ujar Kordinator Aksi, Fajar Chuan didepan Gedung City Tower, Jakarta, Senin (4/9).

Fajar berharap Oesman Sapta dapat mempertimbangkan kineria tim desk pilkada DPP Hanura, Farid Al Fauzi karena yang bersangkutan dalam mengambil keputusan tidak mengacu kepada peraturan organisasi (PO) untuk lebih memperioritaskan kader partai Hanura yang telah diusung resmi oleh beberapa partai politik Hanura, PKB, PAN dan PPP yang telah mendapat rekomendasi resmi dari DPC.

- Advertisement -

"Tim Disk Pilkada tidak mengindakan rekomendasi yang ada kader Partai Hanura," tuturnya.

Selain itu, Aliansi Akar Rumput Partai Hanura juga mendesak Oesman Sapta untuk lebih mengedepankan kader Partai Hanura yang memiliki potensi untuk maju calon sebagai kepada daerah di dalam perhelatan pilkada serentak pada 2018 mendatang.

Oleh karenanya, kata Fajar, surat rekomendasi yang telah dikeluarkan atas nama Jhon Banua segera dicabut. Hal ini dikarenakan Jhon Banua tercatat bukan dari kader partai HANURA melainkan ketua DPC Partai Demokrat Kab. Jaya Wijaya.

"Kami mohon surat keputusan rekomendasi yang suda di tandatangi oleh sekjen mohon dicabut dan dibatalkan. Surat rekomendasi pertama atas nama Jhon Banua terkesan sangat terburu-buru dan tidak mempertimbangkan kader sesungguhnya partai Hanura," pungkasnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER