MONITOR, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menuturkan bahwa pemerintah sangat mendukung munculnya instrumen-instrumen baru yang berasal dari pasar modal, salah satunya melalui sekuritisasi aset yang dilakukan oleh BUMN.
"Pemerintah sangat mendukung upaya untuk menghidupkan berbagai macam instrumen pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan jangka panjang atau menengah", ungkap Darmin saat menghadiri Pencatatan Perdana Efek Beragun Aset Mandiri JSMR01 – Surat Berharga Hak atas Pendapatan Tol Jagorawi (EBA Kelas A), Kamis (31/8), di Jakarta.
Darmin menambahkan, hal ini merupakan sejarah baru di Indonesia. Mengingat EBA ini adalah sekuritisasi aset pertama kali di Indonesia dalam hal sekuritas aset keuangan dalam bentuk future cash flow.
"Hal ini juga bersejarah, mengingat KIK EBA ini adalah sekuritisasi aset pertama kali di Indonesia dalam hal sekuritas aset keuangan dalam bentuk future cash flow," tambahnya.
Kedepannya, sambung Darmin, diharapkan pencatatan perdana Efek Beragun Aset Mandiri JSMR 01 – Surat Berharga Atas Pendapatan Tol Jagorawi ini akan memberikan efek bola salju.
“Ke depan kami melihat ada beberapa aset BUMN yang berpotensi untuk disekuritisasi dan kami berharap proses sekuritisasi untuk aset-aset tersebut dapat terus didorong”, imbuh Darmin.
MONITOR, Jakarta - Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, menilai perubahan ketiga atas…
MONITOR, Makkah - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meluncurkan Bursa Wirausaha Unggulan sebagai…
MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa Lembaga Kerja Sama (LKS)…
MONITOR, Jakarta - Koalisi Sipil Masyarakat Anti Korupsi (KOSMAK) melaporkan dugaan rekening bernilai lebih dari…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat langkah perlindungan terhadap peternak ayam petelur menyusul…