Categories: HUMANIORASOSIAL

Indonesia Kekurangan 1,1 Juta Kantong Darah

MONITOR, Banjarmasin – Ketua Bidang Palang Merah Remaja dan Sukarelawan Pengurus Pusat Palang Merah Indonesia, HM Muaz menyatakan, secara nasional masyarakat Indonesia masih kekurangan donor darah 1,1 juta kantong, dari empat juta jiwa lebih yang membutuhkan darah.

"Untuk mengatasi keadaan tersebut maka upaya penting menjadikan makin bertambah banyak pendonor darah secara sukarela di Indonesia karena banyak orang yang membutuhkan darah untuk perjuangan hidup mereka," ucapnya saat ramah tamah dengan PMI Kalimantan Selatan di Tree Park Hotel Banjarmasin, Minggu malam.

Dikatakan, dari berbagai belahan dunia, hanya tujuh negara termasuk termasuk Indonesia yang menggunakan sistem donor terhadap kebutuhan darah bagi seseorang, selainnya masih menggunakan sistem jual beli.

Guna memenuhi kebutuhan darah penduduk dunia, di Perancis berdiri pabrik pembuatannya yang mereka ambil dari ari-ari. 

"Tetapi Palang Merah Internasional tidak merekomendasikan darah buatan eks pabrik di Perancis, karena tidak sama kandungan mutu dengan transfosi darah murni dengan sistem donor," ujarnya.

Pada kesempatan ramah tamah tersebut Muaz mengutip pendapat Presiden RI 1 Ir Soekarno yang menyatakan bahwa "Perhimpunan PMI merupakan inti kalbu dari Pancasila".

"Pasalnya kegiatan PMI mencakup semua aspek dalam Pancasila," lanjutnya mengutip pendapat mendiang Presiden RI yang pertama itu, seraya menambahkan, dia menemukan pendapat tersebut pada perpustakaan di makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur.

Oleh karena itu, sementara orang ribut soal pengalaman Pancasila, PMI sudah sejak lama melaksanakan atau mengamalkannya, kata Muaz.

Malam ramah tamah PMI Kalsel itu ditandai penyerahan piagam penghargaan secara simbolis kepada sepuluh orang donor darah sukarela (DDS) di provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota tersebut.

Ketua PMI Kalsel H Gusti Iskandar Sukma Alamsyah mengatakan, di provinsinya tercatat 135 DDS, namun untuk sementara baru sepuluh orang di antaranya yang menerima piagam penghargaan.

Sedangkan untuk sisanya penyerahan piagam penghargaan pada kesempatan berikut atau Hari Ulang Tahun ke-72 PMI, 17 September mendatang.(Ant)

Recent Posts

Indonesia Gaungkan Kolaborasi Industri Masa Depan pada Forum BRICS 2026

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali memperkuat peran Indonesia dalam kerja sama industri global…

12 jam yang lalu

Apresiasi Kebijakan Afirmasi Pendidikan Prabowo, Rektor UIN Jakarta ajak Semua Pihak Bangun Sinergi Tri Dharma Terintegrasi

MONITOR, Jakarta - Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Asep Saepudin Jahar mengapresiasi kebijakan trasformatif…

15 jam yang lalu

Kemnaker Gandeng Tiga Kampus di Bandung untuk Pengembangan SDM, Riset, dan Pengabdian Masyarakat

MONITOR, Jakarta—Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama dengan tiga perguruan tinggi di Bandung, yakni Universitas…

16 jam yang lalu

Kenaikan Dollar antara Kepanikan dan Rasionalitas Ekonomi

Oleh: Haris Zaky Mubarak, MA* Dalam setiap episode diskursus pelemahan rupiah, satu fenomena selalu berulang…

17 jam yang lalu

Di Konferensi Perburuhan Internasional, Menaker Yassierli Paparkan Program Presiden Prabowo untuk Siapkan Tenaga Kerja Masa Depan

MONITOR, Jenewa - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memaparkan sejumlah program Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan…

20 jam yang lalu

Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar Modus DAM dan Badal Haji, Oknum KBIHU Terancam Dicabut Izinnya

MONITOR, Jeddah -  Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkap dugaan praktik…

20 jam yang lalu