MONITOR, Jakarta – Pengamat terorisme Maarif Institute, Saifuddin Zuhri, tak menampik spekulasi Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy yang menyatakan bahwa aksi teror di Barcelona berkaitan dengan serangan kaum jihadis Timur Tengah.
"Soal itu, asumsi Perdana Menteri bisa saja benar, melalui Amaq, ISIS mengklaim bahwa mereka bertanggungjawab," ujar Zuhri saat dihubungi Monitor, Jumat (18/8).
Zuhri mengingatkan agar tak terlalu dini berspekulasi terkait insiden tersebut. Sebab, ada faktor lain yang bisa memicu upaya ekstrim di Barcelona, misalnya fanatisme penggemar klub bola.
"Hasil penyelidikannya sih belum valid betul dari otoritas disana. Tapi melihat kultur, disana perilaku fansclub bola juga radikal soalnya. Fanatisme-nya cukup tinggi," jelas alumni Ilmu Politik Pasca Sarjana Universitas Indonesia ini.
Namun Zuhri melihat pelaku menyerang ratusan korban secara sporadis. Artinya, serangan tersebut tidak didalangi oleh sekelompok tertentu misalkan fans klub bola yang bersaing.
"Lihat dari sasaran korban, itu sporadis. Biasanya, salah satu indikator menentukan motif aksi terorisme itu dilihat dari sasaran," jelas Zuhri yang merupakan Dosen Universitas Krisnadwipayana.
Sekadar informasi, Kepolisian Spanyol telah menerbitkan foto seorang pria bernama Driss Oubakir yang diduga menyewa mobil van yang menabrak ratusan orang di kawasan wisata Las Ramblas, Barcelona. Insiden itu menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai lebih dari 100 orang.
MONITOR, Tangerang — Kementerian Agama RI melalui Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, turun…
MONITOR, Bogor - Produksi padi di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor meningkat hingga mencapai 9 ton…
MONITOR, Jakarta - Ratusan warga Kampung Nelayan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, mendapat layanan pemeriksaan kesehatan…
Oleh: Maria UlfaDosen Sastra Inggris, Fakultas Adab & HumanioraUniversitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan…
MONITOR, Semarang - Kafilah Provinsi Kalimantan Timur kembali meraih gelar juara umum Musabaqah Tilawatil Qur’an…