MONITOR, Jakarta – Kebebasan merupakan hak sakral yang harus terpenuhi dalam sebuah bangsa yang merdeka. Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, pun memaknai sebuah kemerdekaan sebagai manifesto pembebasan.
Ia menjelaskan, bangsa yang merdeka tentu harus bebas dari segala upaya penjajahan dan penindasan dari pihak tertentu. "Dimana suatu bangsa bebas dari penjajahan, bebas dari penindasan dan bebas menentukan nasib bangsa di tangan bangsa itu sendiri," ujar Hasto melalui keterangan yang diterima Monitor, Kamis (17/8).
"Atas dasar itu maka lahirnya Pancasila pada tanggal 1 Juni 1945 dan Proklamasi Kemerdekaan RI, adalah satu nafas perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia Raya," tambahnya.
Politikus asal Yogyakarta ini menambahkan, PDI Perjuangan selalu menghikmati kemerdekaaan bangsa sebagai hasil perjuangan patriotik yang berdiri kokoh pada kekuatan bangsa sendiri.
"Sebelum membacakan Teks Proklamasi Bung Karno menyampaikan Pidato Singkat yang intinya, hanya bangsa yang berani meletakkan nasibnya di tangan sendiri akan berdiri dengan kokohnya," tutur Hasto mengulas balik sejarah kemerdekaan RI.
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengucapkan selamat memperingati Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus…
MONITOR, Jakarta - Panitia Kerja (Panja) Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Satu Data Indonesia (SDI)…
MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar suku bunga program Permodalan Nasional Madani (PNM)…
MONITOR, Surakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati memberikan catatan kritis…
MONITOR, Badung - Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Simpan…
MONITOR, Bali – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat…