Categories: NASIONAL

Ada Jamaah Haji Berangkat Pakai Visa Ziarah, Komisi VIII Salahkan Pemerintah

MONITOR, Jakarta – Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher Parosong angkat bicara terkait Jamaah Haji Ilegal, menurut poliikus PAN tersebut memang ada jamaah haji yang keberangkatannya menggunakan visa ziarah, yang tidak sesuai dengan peruntukkannya, maka hal itu dianggap ilegal.

“Bukan hajinya yang ilegal, tetapi prosedur keberangkatannya yang ilegal,” ucap Ali Taher dalam acara Forum Legislasi di Komplek DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/08).

Ali menjelaskan bahwa hal itu berkaitan dengan otoritas yang diberikan. Sebuah Biro Perjalanan Haji dan Umroh terkadang mendapatkan kemudahan dari pihak Imigrasi. Seharusnya Kementerian Hukum dan HAM dalam hal ini pihak Imigrasi, harus sejak jauh hari sudah melakukan kerjasama dengan Kementerian Agama untuk melakukan pengawasan itu.

“Saya lihat pintu masuk ilegal itu terjadi karena pengawasan yang kurang dan lemah dari Kementerian Agama maupun pihak Imigrasi, serta pihak-pihak terkait, termasuk juga mungkin Kementerian Luar Negeri. Pemerintah daerah juga harus memberikan sosialisasi, agar jangan sampai terkesan Pemda lepas tangan karena tidak mengetahui bahwa ada warganya yang pergi haji. Kita harus melakukan evaluasi secara berkala,” tandasnya.

Ali menyampaikan, ada tiga hal penting yang menjadi penyebabnya, yaitu karena waiting list yang lama, rasa rindu dan kecenderungan motifasi yang sangat kuat untuk berangkat haji dari para pribadi-pribadi muslim yang taat, dan juga persoalan kewenangan lembaga yang memberikan otorisasi izinnya.

“Waiting list yang lama itu terjadi karena kita baru mendapatkan kuota sebesar 211 ribu pertahun, ditambah 10 ribu kuota tambahan dari pemerintahan Arab Saudi. Idealnya 250 ribu pertahun, baru akan bisa menekan waiting list,” paparnya.

Ali juga mengungkapkan bahwa saat ini ada temuan-temuan kasus, misalnya masalah nasi basi, lift yang tidak berfungsi, dan lain sebagainya. “Kita tidak pernah berhenti melakukan diskusi dengar pendapat dengan pihak Dirjen maupun Eselon II Kementerian terkait, supaya masalah seperti itu benar-benar diperhatikan.

“Yang paling pokok adalah masalah akomodasi dan konsumsi. Oleh karena itu kontrol oleh pihak-pihak terkait terhadap hal itu sangat penting dilakukan,” pungkasnya.

Recent Posts

Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Umat Perkuat Harmoni dan Semangat Kebersamaan

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengucapkan selamat memperingati Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus…

14 jam yang lalu

Jazuli Usulkan Sejumlah Penguatan Substansi dalam RUU Satu Data Indonesia

MONITOR, Jakarta - Panitia Kerja (Panja) Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Satu Data Indonesia (SDI)…

19 jam yang lalu

Presiden Prabowo Instruksikan Penurunan Suku Bunga PNM Mekaar Hingga di Bawah 9 Persen

MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar suku bunga program Permodalan Nasional Madani (PNM)…

20 jam yang lalu

Cegah Keraguan Publik, Komisi X Tegaskan BPS Harus Sajikan Data Faktual

MONITOR, Surakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati memberikan catatan kritis…

21 jam yang lalu

Kementerian UMKM Apresiasi KSP Guna Prima Dana, Dinilai Jadi Contoh Koperasi Penyalur KUR Nasional

MONITOR, Badung - Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Simpan…

23 jam yang lalu

Akad Massal KUR 1.000 UMKM Kreatif Bali, Pemerintah Perluas Akses Pembiayaan dan Digitalisasi

MONITOR, Bali – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat…

1 hari yang lalu