MONITOR, Jakarta – Potongan video unjuk rasa sejumlah anak dengan membawa bendera yang di duga bertuliskan Nahdhatul Ulama (NU) mendadak viral di media sosial youtube. Pasalnya, pada unggahan berdurasi 1,2 menit itu terdengar samar-samar ujaran kebencian terhadap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).
Video kiriman akun bernama Ytube Islami itu menayangkan protes anak-anak yang mengenakan baju muslim terhadap kebijakan sekolah lima hari atau full day school.
Sontak kejadian ini menuai kritik Komisi X DPR RI dari Fraksi Hanura, Dadang Rusdiana. Menurutnya tidak semestinya penyampaian penyampaian pendapat didepan publik atau demonstrasi dilakukan dengan cara yang tidak santun.
"Demonstrasi itu boleh dilakukan sepanjang itu dilakukan denga santun, tidak mengeluarkan kata-kata kotor apalagi ujaran kebencian," ujar Dadang kepada monitor.co.id, senin (14/8).
Lebih lanjut, Ketua DPP Hanura ini menyarankan bahwa reaksi protes terhadap kebijakan full day school bisa dilaksanakan dengan cara dialog. Sebab, sejatinya kebijakan ini tidak akan menggusur Madrasah Diniyah.
"Protes lima hari belajar kan bisa didialogkan, pada sisi mana keberatannya, kan sudah jelas lima hari belajar sama sekali tidakk akan menggusur Madrasah Diniyah," Tambah Dadang.
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan memuji aksi penghijauan yang dilakukan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti dugaan praktik klaim fiktif Jaminan…
MONITOR, Banjarbaru - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa evaluasi…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat perannya dalam mendukung ekosistem transportasi berkelanjutan…
MONITOR, Banjarbaru - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa Biaya…
MONITOR, Tapanuli Tengah – Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan (STPK) Matauli terus memperkuat posisinya sebagai…