Categories: HUMANIORAPENDIDIKAN

Tolak FDS, FKDT Tegaskan Dukung Eksistensi Madrasah Diniyah

MONITOR, Jakarta – Forum Komunikasi Diniyah Taklimiyah (FKDT) adalah salah satu oraganisasi yang secara tegas dan konsisten menolak kebijakan Full Day School (FDS) yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi.

Ketua Umum DPP FKDT Lukman Hakim mengatakan bahwa tidak ada ruang untuk FDS diterapkan di Indonesia karena kebijakan tersebut jelas dan nyata dapat mengusik bahkan mengancam keberadaan madrasah Diniyah di Indonesia.

"tidak ada dialog tidak ada pertimbangan karena memang kita menyadari betul madin ini yang digagas diwariskan para kyai para ulama keberadanya sudah turun temurun ratusan tahun. jadi sangat naïf lah kalo seandainya presiden kita dengan kebijakanya dicatat dalam sejarah sebagai presdien termasuk mendikbud yang dianggap membunuh keberadaan madin," ujarnya kepada MONITOR di Jakarta. Jumat (11/8).

Lukman menegaskan, sebagai generasi penerus kita justru harus memperjuangkan eksistensi keberadaan madin yang merupakan warisan para kyai dan para ulama. Bagi FKDT lanjut Lukman wajib hukumnya memperjuangkan eksistensi madin di Indonesia.

"Inilah sesungguhnya jihad kita jihad untuk melawan kepongahan, kecongkakan dari pemimpin yang bersusaha memberengus keberadan madin. bagi kita masyarakat madin apapun resikonya ini harus diperjuangkan dan FKDT bersama elemen lain baik dari keluarga besar NU ataupun dari organisasi lain yang simpati terhadap keberadaan madin siap untuk melakukan aksi dijalanan kalau memang komunikasi diplomasi, lobi tidak juga menyentuh hati dan perasaan mendikbud dan presiden," Tegas Lukman yang juga Ketua Umum Keluarga Alumni (KALAM) UIN Walisongo, Semarang, Jawa Tengah.

FKDT lanjut Lukman siap melakukan langkah apapun jika FDS ini benar-benar diterapkan termasuk melakukan judicial review. Lukman yakin FDS terlalu banyak mudhorot daripada manfaatnya.

"Mungkin bagi mendikbud itu memperkuat karena dia mau bikin sperti madin di sekolah dan itu menjadi ruangnya. Ini kan sinyal-sinyal bahwa ada upaya nanti membentuk madin lain, madin versi mendikbud bukan memperkuat namanya namanya ya meberengus madin yang sudah ada ratusan tahun dan ini saya rasa sangat menyakitkan," ungkapnya.

FKDT diakui Lukman sudah mendapatkan laporan dari berbagai wilayah di Indonesia dimana sudah banyak santri yang izin pada para kyainya untuk keluar dari pondok pesntren karena tidak memungkinkan sekolah sampai sore sehingga harus pindah ke kost atau tempat tinggal yang dekat dengan sekolah.

"Saya berharap kepada Presiden dengan penuh kesadaran dan kebijakannya agar sungguh-sungguh mencabut dan menghapus kebijakan Full Day School ini, demi masa depan anak-anak bangsa dan pentingnya pendidikan agama di madrasah sebagai penanaman dasar karakter peserta didik berbasis pendidikan agama," harap pria yang juga Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) itu.

Recent Posts

Menag: Pendidikan Pesantren Padukan Kecerdasan Akal dan Batin

MONITOR - Pendidikan pesantren tidak hanya mengembangkan kemampuan akal, tetapi juga membentuk kebersihan hati dan…

5 jam yang lalu

Kemenhaj Dalami Dugaan Jual Beli Porsi Haji di Jawa Timur

MONITOR, Surabaya — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah…

6 jam yang lalu

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana

MONITOR, Jakarta – Ikatan Alumni Trisakti (IKA Trisakti) menghadirkan Trisakti Peduli sebagai gerakan kemanusiaan yang…

6 jam yang lalu

Kemenag Atur Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan Keagamaan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama mengatur penggunaan gawai di lingkungan satuan pendidikan untuk menciptakan ruang…

19 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Kapasitas UMKM Aceh Terdampak Bencana di Takengon

MONITOR, Takengon — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat pemulihan usaha masyarakat terdampak…

1 hari yang lalu

Keselamatan Jemaah Umrah Harus Diutamakan di Tengah Konflik Arab Saudi-Houthi

MONITOR, Jakarta - Komnas Haji dan Umrah meminta keselamatan jemaah menjadi prioritas utama di tengah…

1 hari yang lalu