MONITOR, Taipei – Taiwan bertekad untuk memperketat undang-undangnya terakit pencucian uang, hal itu mengingat Taiwan yang memiliki reputasi sebagai surganya pencucian uang.
Langkah Naga Kecil Asia itu semakin nyata ketika negara tersebut dilaporkan Reuters telah mengambil daftar pantauan yuridiksi Asia Pasifik yang dianggap memiliki peraturan anti pencucian uang paling lemah.
"Kami telah merevisi peraturan anti pencucian uang yang baru saja dilaksanakan bulan lalu dan kami telah membentuk sebuah protokol keamanan cyber," kata Wakil Menteri Kehakiman Taiwan Tsai Pi-Chung kepada Reuters, Rabu (26/7).
Masuk dalam daftar, diantaranya adalah Afghanistan, Brunei, Laos, Maladewa, Nepal, Pakistan, Papua Nugini, Filipina dan Vietnam.
Tsai Menambahkan, Perusahaan dan Profesional seperti akuntan dan pengacara kini harus melaporkan transaksi yang mencurigakan atau bernilai tinggi berdasarkan peraturan yang telah direvisi.
"Semua standar hukum yang kami revisi telah menunjukkan tekad kami untuk memerangi pencucian uang dan melakukan reformasi," tegasnya.
MONITOR - Bagi Nursyahwa Syakila, Al-Qur’an bukan sekadar bacaan. Sejak usia 7 tahun, ayat-ayat Al-Qur’an…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau jemaah umrah yang belum berangkat ke…
MONITOR, Jakarta — Kinerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) selama hampir dua tahun sejak dibentuk…
MONITOR, Bekasi — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus berupaya meningkatkan industri kecil dan menengah (IKM) kosmetik nasional…
MONITOR, Jakarta - Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama memperkuat perencanaan dan penganggaran sebagai bagian dari…