Soal Pembacokan Ahli IT, Ini Harapan Barisan Independen Pemantau Kinerja Kepolisian

1015

MONITOR, Jakarta – Ketua umum BRIPKA (Barisan Independen Pemantau Kinerja Kepolisian), Akbar Busthami mengaku prihatin terhadap kasus penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal kepada Hermansyah yang juga pakar telematika ITB. (10/7/2017)

Menurutnya, negara sudah tidak mampu lagi memberikan rasa aman kepada rakyatnya, terkhusus kepada pihak kepolisian harus bekerja extra keras dan cepat untuk mengusut kasus tersebut karena penganiayaan kepada Hermansyah jika tidak ditindak lanjuti dapat berakibat fatal apalagi mengarah ke hal yang sifatnya politik disebabkan korban juga merupakan pakar IT yang sempat mempertentangkan keabsahan alat bukti terkait kasus Habib Rizieq Shihab yang menyudutkan pihak kepolisian.

Akbar Busthami yang juga merupakan aktivis dan mantan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara sangat yakin kasus tersebut bisa terungkap disebabkan lokasi kejadian berada di dalam tol jagorawi km 6 (antara TMII-tol JORR) Jakarta Timur karena apapun kendaraan yang melintas di jalan tersebut telah terekam oleh CCTV pada saat melakukan pembayaran masuk tol.

Pelaku penganiayaan yang berjumlah 5 orang sepertinya telah mempersiapkan senjata tajam untuk melukai korban sehingga wajar saja kasus tersebut bisa mengarah ke sebuah design jahat atau sudah terencana untuk melukai sasaran (korban) yang mengendarai Toyota Avanza bersama dengan istrinya.

Harapan bahwa “Semoga pihak kepolisian segera dapat menangkap pelaku penganiayaan yang dapat terancam pasal 170 jo 351 KUHP dan BRIPKA dalam waktu dekat akan melakukan aksi unjuk rasa menjelang kedatangan Presiden Jokowi ke Makassar untuk meminta pencopotan Kapolri”, pungkasnya.