MONITOR – Korea Utara hari ini, Selasa (4/7) menyatakan berhasil menguji peluncuran peluru kendali antarbenua (ICBM), yang diperkirakan bisa mencapai negara bagian Alaska, Amerika Serikat.
Peluncuran itu dilakukan hanya beberapa hari menjelang pertemuan puncak G20, yang khusus membahas cara masyarakat antarbangsa menghentikan pengembangan senjata dan nuklir Pyongyang.
Menurut keterangan kantor berita Korea Utara, peluru kendali itu terbang sejauh 933 km dengan ketinggian mencapai 2.803 km selama 39 menit.
Peluru kendali itu kemudian jatuh di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang setelah diluncurkan dari lapangan udara Panghyon, kata pernyataan pejabat Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat.
"Percobaan itu dilakukan dengan sudut tembak sesempit mungkin, sehingga tidak memiliki dampak buruk terhadap negara tetangga," kata kantor berita KCNA.
Korea Utara juga mengklaim rudal antarbenua itu bisa digunakan untuk menyerang negara mana pun di dunia.
Namun demikian, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengaku tidak percaya jika negara tetangganya sudah berhasil mengembangkan rudal antar benua. Pihaknya menduga rudal yang diluncurkan pada Selasa itu hanya berdaya jelajah menengah. (Ant)
MONITOR, Banjarmasin - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memeriksa PT TAS terkait dugaan pelanggaran penyelenggaraan perjalanan…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat kolaborasi lintas kementerian dan…
MONITOR, Jakarta - Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek…
MONITOR - Indonesia memiliki potensi pertumbuhan ekonomi hingga 10 persen per tahun. Namun, potensi tersebut…
MONITOR, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyatakan suku bunga…
MONITOR, Malang — Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf menegaskan penyelenggaraan haji nonkuota…