Menhub Apresiasi Pelayanan Penumpang Pelabuhan Bakauheni

MONITOR, Bakauheni – Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi mengapresiasi pelayanan penumpang arus mudik dan balik Lebaran 2017 di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung yang dinilai sudah baik meskipun masih memerlukan evaluasi pada sejumlah sisi.

"Sejauh ini pelayanan yang diberikan kepada pemudik sudah sangat baik termasuk fasilitas yang diberikan, hanya saja masih memerlukan evaluasi selanjutnya," kata Menhub, saat meninjau arus balik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Minggu pagi.

Menhub mengatakan, banyak terobosan dilakukan oleh PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, seperti memperbanyak loket kendaraan dari 14 menjadi 46 loket.

Menurutnya, penambahan pintu masuk kendaraan sangat baik untuk menghindari penumpukan di satu titik.

"Penambahan pintu masuk ini sangat baik untuk mengurai kendaraan baik itu kendaraan roda dua dan roda empat," kata Menhub pula.

Terlebih kendaraan roda dua dan roda empat sudah dipisahkan, sehingga arus lalu lintas menuju dermaga lancar, katanya lagi.

"Dengan adanya improvement itu, bisa terlihat ada seorang ibu yang berani membawa dua anaknya untuk menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni ini," kata dia.

Begitu pula loket tiket masuk khusus pejalan kaki disediakan sangat banyak, sehingga tidak ada penumpukan dan antrean calon penumpang.

Karena itu, Menhub yang didampingi pimpinan Komisi V DPR, Dirut PT ASDP Indonesia Ferry, Asisten II Sekdaprov Lampung, Kepala Dinas Perhubungan Lampung, jajaran ASDP Bakauheni, pihak kepolisian dan pimpinan instansi lainnya, mengapresiasi langkah koordinasi maupun perbaikan layanan yang telah dijalankan untuk meningkatkan pelayanan arus mudik dan balik Lebaran 2017.

Terkait moda transportasi bus yang kurang layak masih beroperasi, menurut Menhub akan menjadi bahan evaluasi kenapa hal itu masih terjadi.

"Itu akan menjadi evaluasi, seharusnya bus yang tidak layak atau tanpa stiker dari Dishub dilarang untuk beroperasi," kata dia pula.

Ia menegaskan, akan menjadi evaluasi bagi Kementerian Perhubungan bersama stakeholder lain agar hal serupa tidak terjadi lagi.

Jika pelayanan yang diberikan oleh seluruh intansi pemerintah sudah baik, tapi masih ada buruknya, itu perlu dicari masalahnya dimana, katanya lagi.

"Sebagai evaluasi, juga pelayanan serta prasarananya akan lebih ditingkatkan, dan moda angkutan ke depan dibuat menjadi intermoda," kata Menhub pula.

Dia mengatakan, ke depan moda angkutan dibuat menjadi intermoda dari kapal feri ke kereta api, lalu mobil langsung ke kapal feri lagi.

Namun itu semua membutuhkan dasar undang-undang yang bagus, jika sudah ada itu akan menjadi dasar evaluasinya, sehingga operator bisa menyesuaikan dengan undang-undang apa yang telah dibuat, karena tanpa itu kita sulit bergerak secara leluasa, kata Menhub pula.(Ant). 

Recent Posts

Kolaborasi Lintas Kementerian Entaskan Kemiskinan Melalui Pemberdayaan UMKM dan Ekraf

MONITOR, Jakarta — Tiga kementerian mencakup Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Kementerian Usaha…

5 jam yang lalu

Legislator Ingatkan Untuk Hitung Cermat Hibah Kapal Induk dari Italia Agar Tak Jadi Beban RI

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menyoroti rencana Indonesia menerima hibah…

6 jam yang lalu

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Dinilai Hanya Memperkaya Segelintir Elite

MONITOR, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil di kisaran lima persen dinilai belum mencerminkan…

7 jam yang lalu

Ketimpangan Ekonomi dan Krisis Iklim Berasal dari Struktur Ekonomi yang Sama

MONITOR, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang konsisten berada di kisaran lima persen dalam beberapa…

7 jam yang lalu

Menaker Pastikan Hak Jaminan Sosial Korban Kecelakaan KA Bekasi Terpenuhi

MONITOR, Bekasi — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan hingga 4 Mei 2026, sebanyak sembilan dari…

7 jam yang lalu

Konsisten Dorong Transparansi Emisi Berkelanjutan, Jasa Marga Raih Trusted Diamond Achievement 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dengan…

8 jam yang lalu