Categories: BERITAPERISTIWA

Ketua Presidium Alumni 212 Bicara Soal Pertemuan GNPF MUI dengan Jokowi

MONITOR, Jakarta – Tim 7 Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) mendapat respons dari berbagai pihak. Salah satunya dari Presidium Alumni 212 yang selama ini getol melakukan penolakan terhadap kriminalisasi ulama dan aktivis.

Ketua Presidium Alumni 212, Ustadz Ansufri Idrus Sambo mengatakan, pihaknya memahami dengan baik inisiatif  GNPF MUI untuk bersilaturahim dengan Presiden Jokowi selama pertemuan tersebut diniatkan sebagai pra rekonsiliasi atau pra dialog nasional antara para ulama, aktivis  dan tokoh-tokoh bangsa dengan pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi untuk mencari solusi menyelamatkan bangsa dari kegaduhan yang terus menerus dan dapat berujung kepada perpecahan, kerusuhan, konflik horizontal da.  disintegrasi bangsa yang bisa mengancam keutuhan NKRI.

"Kami juga menyambut baik inisiatif pertemuan tersebut jika dimaksudkan untuk menyelamatkan dan membebaskan semua ulama, aktivis dan ormas Islam yang dikriminalisasi oleh rezim penguasa saat ini. Bukan sekedar menyelamatkan beberapa gelintir orang-orang tertentu saja," kata Sambo, Selasa (27/6).

Sambo juga mengaku menyambut baik pertemuan tersebut selama dilakukan untuk kepentingan umat Islam yang lebih luas, bukan untuk kepentingan politik dan ekonomi kelompok tertentu.

Namun demikian, lanjut dia,  Presidium Alumni 212 tetap kepada pendirian semula bahwa tekonsiliasi atau dialog nasional antar anak bangsa hanya bisa dilakukan dengan beberapa syarat.

Pertama, semua komponen anak bangsa harus dilibatkan dan diundang dalam rekonsiliasi atau dialog nasional ini sperti ulama, aktivis, tokoh nasional dan purnawirawan TNI yang semuanya mempunyai kedudukan yang setara dengan pemerintah dalam menyelamatkan bangsa dari kehancuran dan perpecahan.

"Yang kedua, pertemuan harus dilakukan di tempat yang netral (tidak di Istana Negara) dan bersifat terbuka (diliput dan disiarkan media). Sehingga ummat dan rakyat tahu apa yang dibahas dalam pertemuan tersebut, sehingga tidak ada deal di belakang layar yang terjadi dlm pertemuan tersebut (tidak ada dusta diantara kita)," terangnya. 

Ketiga, lanjut dia, sebelum pertemuan untuk rekonsiliasi tersebut, sudah ada kepastian bahwa para ulama, aktivis dan ormas Islam yang dikriminalisasi akan dibebaskan tanpa syarat dari segala macam tuduhan dan sangkaan yang dialamatkan kepada mereka.

"Adapun agenda pertemuan adalah membahas masalah-masalah penghentian diskriminasi hukum dan diskriminasi ekonomi yang hanya berpihak pada kelompok-kelompok tertentu, meredam bangkitnya komunisme serta penuntasan korupsi-korupsi besar seperti BLBI, Sumber Waras, Reklamasi dan sebagainya," terangnya. 

Dia menegaskan, jika syarat tersebut tidak terpenuhi, maka tidak akan ada gunanya rekonsiliasi. Maka solusi yang paling tepat untuk menyelamatkan bangsa ini dari kehancuran, perpecahan dan konflik horizontal hanya bisa diselesaikan dengan dua cara yaitu, revolusi konstitusional melalui jalur Komnas HAM dan DPR RI. 
"Atau jika cara ini mentok, maka people power sebagai solusi akhir dimana yang semuanya tetap dilakukan dgn cara damai, aman dan konstitusional," tutupnya.  

Recent Posts

Kemenag Seleksi Calon Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031, Perkuat Mutu Pendidikan Pesantren

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Pesantren melanjutkan proses seleksi Bakal Calon Anggota…

3 jam yang lalu

Kementan Tegaskan Pelaku Perunggasan Komitmen Lakukan Perbaikan Harga Ayam Broiler

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat upaya menjaga keseimbangan sektor perunggasan nasional di…

12 jam yang lalu

HKTI Lumajang Kawal Ketat LP2B, Tegaskan Tak Boleh Ada Alih Fungsi Lahan Produktif

MONITOR, Lumajang – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya mengawal implementasi kebijakan…

12 jam yang lalu

3 Negara Diguncang Gempa Hebat, Puan Sampaikan Simpati dan Tekankan Perlindungan WNI

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan rasa simpati atas musibah bencana gempa…

20 jam yang lalu

Menhaj Buka IEE 2026, Tegaskan Transformasi Haji dan Umrah Harus Berpihak kepada Jemaah

MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menegaskan transformasi penyelenggaraan haji dan umrah…

1 hari yang lalu

Waka Komisi VII DPR: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Dapat Buka Lapangan Kerja

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menyoroti polemik antara Kementerian…

1 hari yang lalu