Jumat, Mei 27, 2022

Soal Takbir Keliling, Ini Kata Menteri Agama

MONITOR, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa takbiran adalah tradisi yang sangat baik sehingga harus dijaga dan dipelihara. Apalagi, tradisi itu juga sudah membudaya  sebagai ungkapan kegembiraan umat setelah menyelesaikan Ramadan dan menjumpai Idul Fitri. 

“Karenanya takbiran adalah sesuatu yang baik yang harus kita jaga dan pelihara,” ujar Menag Lukman usai memberikan keterangan pers Hasil Sidang Isbat Awal Syawal 1438H/2017M di Jakarta, Sabtu (24/06).

Namun demikian, Menag mengingatkan agar takbiran dilakukan tentang tetap menjaga kekhidmatan malam lebaran. Takbiran jangan sampai justru mengganggu ketertiban umum, lalu lintas, dan lainnya.

“Marilah kita melakukan takbiran di masjid-masjid, mushala, lapangan dan di tempat yang tidak terlalu mengganggu ketertiban umum dan kenyamanan masyarakat secara keseluruhan,” pesannya.

- Advertisement -

Pemerintah telah menetapkan 1 Syawal jatuh pada 25 Juni 2017 dalam sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.  Sidang yang berlangsung usai Salat Magrib ini diikuti duta besar negara sahabat, serta utusan dari ormas-ormas Islam, antara lain: NU, Muhammadiyah, Persis, Al Wasliyah, dan lainnya.  Sebelumnya, Tim Badan Hisab dan Rukyat Kementerian Agama Cecep Nurwendaya menyampaikan paparan posisi hilal awal Syawal secara astronomis (hisab)

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER