Sabtu, Mei 28, 2022
Array

Walikota Bitung, Inspirator Pembangunan Daerah berkat Aplikasi Si Mama

Monitor, Jakarta – Walikota Bitung Max Lombaan bersama 21 kepala daerah lain meraih penghargaan Inspirator Pembangunan Daerah Tahun 2017 yang diadakan oleh Pusat Kajian Keuangan Negara dalam rangka momentum 21 tahun pelaksanaan pembangunan daerah. Penyerahan penghargaan langsung diberikan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, di Hotel Redtop Jakarta, Kamis (15/6). 

Prasetyo selaku Direktur Eksekutif Pusat Kajian Keuangan Negara mengatakan bahwa kepala daerah pantas diberikan apresiasi karena mampu mengimplementasikan gagasan ke dalam kebijakan pembangunan. Hasilnya pun dapat dirasakan secara nyata baik secara langsung maupun tidak langsung oleh masyarakat. Sesuai dengan Nawacita Presiden Jokowi yakni membangun Indonesia dari daerah dan pinggiran.

“Atas dasar tersebutlah Pusat Kajian Keuangan Negara memberikan Apresiasi itu sebagai wujud penghargaan agar para kepala daerah terus semangat dalam mengabdi kepada masyarakat,” ujar Prasetyo.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam sambutannya. Ia mengapresiasi adanya kegiatan ini agar kepala daerah terus terpacu dan semangat dalam membangun daerahnya.

- Advertisement -

Dengan catatan harus dalam transparansi dalam mengelola keuangan agar otonomi daerah bisa berjalan dengan baik. Menurutnya saat ini masih banyak daerah kesulitan menerapkan transparansi anggaran. Oleh karena itu antara daerah satu dengan lainnya bisa menjalin konektivitas dengan baik untuk saling belajar dalam membangun transparansi tersebut.

Komitmen membangun transparansi anggaran juga telah dilakukan oleh Walikota Bitung, dengan Program Prioritasnya membangun Aplikasi Si Mama (Manajemen Keuangan Bidang Evaluasi Seluruh Anggota) guna mengawasi seluruh program prioritas dan anggaran yaitu E-Musrembang dan E-Budgeting. Agar program yang sudah terencana bisa berjalan dengan baik apabila sudah memenuhi kriteria tersebut sesuai dengan Arahan Mendagri.

Saat ditemui di sela-sela acara, walikota yang memiliki nama lengkap Maximiliaan J Lombanan itu sangat senang sekali mendapatkan penghargaan ini. Melihat Bitung secara letak geografis menjadi sangat strategis di wilayah timur Indonesia bagian utara.

Bahkan Bitung pun saat ini sedang mempersiapkan diri sebagai Kawasan Ekonomi Khusus sesuai Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 2014, yang difokuskan pada pusat industri pengolahan perikanan, industri farmasi dan industri kelapa.

Menurut Pria yang sudah malang melintang di dunia birokrasi ini, ke depannya Bitung akan menjadi Pintu Gerbang Asia Pasifik di wilayah timur Indonesia setelah Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatera Utara bagian wilayah barat Indonesia.

“Seperti yang kita ketahui bersama pada 30 April 2017 Pemerintah secara resmi meluncurkan jalur pelayaran ro-ro Davao-General Santos-Bitung di Davao. Ini elemen penting dalam pembangunan konektivitas Asean dengan dibukanya jalur pelayaran ro-ro Bitung-General Santos Filipina,” kata Max Lomban .

Hanya berjarak sekitar 518 kilometer dari Bitung, General Santos (Gensan) City di Filipina juga merupakan salah satu ikon penting sentra tuna di Asia-Pasifik. Sama seperti halnya di Bitung, produk tuna juga menjadi andalan Gensan.

Itu sebabnya, kota yang terletak di provinsi Cotabato Selatan, Pulau Mindanao, ini pun berpredikat “Tuna Capital of the Phillipines”. Dan sama seperti halnya Bitung, kontribusi cakalang juga merupakan yang terbesar (76 persen), disusul oleh sirip kuning (10 persen). Ke kawasan inilah tuna hasil tangkapan dari perairan Bitung juga banyak mengalir.

“Meskipun saat ini baru dibuka pelayaran selama 2 minggu sekali, namun dapat membantu masyarakat dalam mendistribusikan barang dan jasa khususnya di sektor industri perikanan. Namun di akhir 2018 nanti dengan semua infrastruktur Kawasan Ekonomi Khusus yang saat ini sedang dibangun ke depannya jalur pelayaran tersebut bisa menjadi penunjang alur distribusi barang dan jasa. Ini juga bagian dari komitmen menjadikan Bitung sebagai Gerbang Indonesia di wilayah Asia Pasifik,” ungkapnya.

Harapannya ke depan, Kota Bitung bisa menjadi sentral ekonomi di Wilayah Timur Indonesia dan bisa terkonektivitas dengan baik oleh daerah lain yang ingin mendistribusikan barang dan jasanya. Ini juga bagian dari kontribusi Bitung menambah Devisa negara dan masyarakat bisa berperan aktif meningkatkan perekonomiannya.

“Agar cita-cita menjadikan Indonesia sebagai poros maritim khususnya di bidang ekonomi bisa terlaksana dengan program tol laut yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi saat ini bisa bermanfat untuk kepentingan hajat hidup masyarakat secara keseluruhan,” pungkasnya.

 

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER