Monitor, Jakarta—Pemerintah berencana menggabungkan semua kartu kesejahteraan menjadi satu agar penggunaannya terintegrasi.
Hal itu diterangkan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani di ruang Badan Anggaran DPR RI, Jakarta, Kamis (8/6/2017).
Seperti diketahui, DPR selama ini mengkritisi adanya kartu kesejahteraan yang disiapkan pemerintahan Joko Widodo. Sejumlah kartu tersebut yaitu, kartu Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Sementara, beberapa laporan yang diterima anggota DPR, kartu-kartu bantuan sosial tersebut kerap membingungkan masyarakat.
"Pemerintah akan integrasi semua menjadi satu kartu. Sehingga pada pelaksanaannya semua fungsi terintegrasi dalam satu kartu," ujar Puan di ruang Banggar DPR RI, Jakarta, Kamis (8/6/2017).
Puan pun mengaku untuk mengintegrasikan semua kartu bantuan sosial butuh waktu, karena hal tersebut harus membuat pendataan ulang seperti pada awal penyebaran PKH, KIS, dan KKS.
"Tidak mudah integrasikan semua kartu, infrastruktur yang memadai," ungkap Puan.
Dia menambahkan pemerintah menargetkan penyelesaian kartu terintegrasi pada 1 Januari 2018. Untuk saat ini, pemerintah masih mendata kembali semua masyarakat yang membutuhkan kartu tersebut.
"Agar semua data link and match, kartu yang terintegrasi mulai Januari 2018," jelas Puan.
LPM UIN Sunan Kalijaga Berbagi Strategi Implementasi SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 MONITOR,…
MONITOR, Wakatobi - Pengakuan UNESCO terhadap suatu kawasan sebagai cagar biosfer tidak otomatis menjamin keberhasilan…
MONITOR, Cirebon - Hasil panen padi petani di Blok Makam Kidul, Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan…
MONITOR, Sukoharjo – Kementerian Agama (Kemenag) RI menegaskan komitmennya untuk hadir memberikan pelayanan, pembinaan, dan…
MONITOR, Yogyakarta - Ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat penyerapan telur ayam ras senilai Rp30 miliar melalui…